Breaking News:

Virus Corona

Sudah 70 Ribu Pemudik Masuk Jabar, Ridwan Kamil Khawatir akan Kehabisan Alat Rapid Test

Dengan kedatangan puluhan ribu warga yang mudik ini, Emil mengaku takut akan kehabisan alat rapid test untuk mengetes para pemudik.

WARTA KOTA
Sejumlah warga yang hendak mudik ke kampung halaman, disemprot disinfektan saat akan naik bis di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengkhawatirkan perihal mudiknya puluhan ribu warga ke wilayah Jawa Barat (Jabar). Diketahui hingga saat ini sudah ada 70 ribu warga yang mudik.

Kecemasan tersebut disampaikan Kang Emil--panggilan Ridwan Kamil--kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin melalui audiensi virtual guna membahas progres penanganan virus corona di Provinsi Jabar.

"Yang kami khawatir adalah mudik. Sekarang dalam catatan kami, yang sudah mudik itu ada 70.000 duluan ke Jabar. Artinya kami tiba-tiba mendapati 70.000 Orang Dalam Pemantauan (ODP) baru," ujar Kang Emil, Jumat (3/4/2020).

NEKAT MUDIK - Warga nekat mudik menggunakan angkutan bus umum melalui Terminal.Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2020). Himbauan pemerintah untuk tidak mudik sepertinya tak dihiraukan, padahal tindakan tersebut mengundang penyebaran wabah Covid-19 ke luar ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
NEKAT MUDIK - Warga nekat mudik menggunakan angkutan bus umum melalui Terminal.Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2020). Himbauan pemerintah untuk tidak mudik sepertinya tak dihiraukan, padahal tindakan tersebut mengundang penyebaran wabah Covid-19 ke luar ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Menurutnya, ODP yang berada di wilayah Jabar tengah dites menggunakan rapid test.

Dengan kedatangan puluhan ribu warga yang mudik ini, Emil mengaku takut akan kehabisan alat rapid test untuk mengetes mereka.

Dia mencontohkan adanya laporan warga lansia (lanjut usia) di Ciamis yang sekarang sudah positif virus corona atau Covid-19 dan kritis, karena anaknya kembali dari Jakarta.

Baca: 226 dari 637 Jemaat Acara Keagamaan di Lembang Bandung Terpapar Covid-19

Baca: Apakah Jenazah Korban Corona Masih Bisa Tularkan Virus? Ini Penjelasan Dokter

"Sebelum anaknya datang, dia (lansia tersebut memang sudah) sakit tetapi bisa di-manage tanpa ke rumah sakit," kata Emil.

Demikian juga dengan adanya laporan suami istri yang positif secara tiba-tiba di Bandung.

Ternyata setelah ditelusuri, sang istri sempat bekerja di Jakarta.

Yang bersangkutan, kata Emil, pulang lantaran diliburkan tempatnya bekerja. Padahal yang bersangkutan bergejala dan setelah dites memang positif Covid-19.

"Dua cerita ini menunjukkan bahwa jika mudik ini tidak ditahan, kami di Jabar, Jateng, Jatim, Yogyakarta pasti akan kewalahan luar biasa karena (pemudik) pulangnya itu ke pelosok-pelosok," tandasnya. (vincentius/tribunnetwork/cep)

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved