Selasa, 2 Juni 2026

Virus Corona

UPDATE Corona Indonesia, 4 April: 2.092 Pasien Positif, 150 Sembuh, 191 Meninggal Dunia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona,, Achmad Yurianto menyampaikan perkembangan penanganan virus corona di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto. 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah pasien positif virus corona (COVID-19) di Indonesia naik menjadi 2.092 pasien, Sabtu (4/4/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengungkapkan jumlah itu meningkat sebanyak 106 orang, dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya, Jumat (3/4/2020). 

"Hari ini kami melakukan pendataan, Kita masih cukup berprihatin, pada hari ini masih terjadi penambahan kasus untuk konfirmasi positif sebanyak 106 kasus sehingga total menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan menggunakan pemeriksaan molekuler," tutur Yuri, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BNPB, Sabtu sore.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 pun bertambah 10 orang, sehingga kini jumlah kasus kematian terhitung sebanyak 191 kasus.

Kabar baiknya, Yurianto menyampaikan, terdapat 16 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 150 orang.

Baca: Gejala dan Ciri Corona, Kehilangan Indra Perasa & Penciuman Bisa Jadi Tanda Ada Covid-19 di Tubuh

Baca: WHO Peringatkan Penduduk Dunia soal Tren Pandemi Corona yang Meningkat Pesat

Menurut data sebelumnya, jumlah pasien positif corona terhitung 1.986 pasien per 3 April 2020.

Sedangkan total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 134 orang dan pasien yang meninggal dunia berjumlah 181 orang.

Lebih lanjut, Yuri menyampaikan, pemerintah telah melakukan pendorongan logistik berupa alat pelindung diri (APD) dan masker ke sejumlah daerah di Indonesia.

Ia menyebutkan, terdapat 5.000 hingga 7.000 APD yang disalurkan.

Sementara itu, jumlah masker yang disalurkan yaitu sekitar 20.000 hingga 150.000 masker.

"Kegiatan-kegiatan ini adalah bukti bahwa pemerintah berkepentingan dan sangat memperhatikan kebutuhan layanan di daerah, di semua lini pelayanan kesehatan," tegasnya.

Menurut Yuri, bantuan logistik tersebut tidak hanya disalurkan ke rumah sakit milik pemerintah saja namun juga ke berbagai rumah sakit swasta, klinik, hingga puskesmas.

Masyarakat Adalah Garda Terdepan Pemutus Rantai Penularan COVID-19

Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan Msc Sp. P (K), mengatakan memutus rantai penularan virus corona (COVID-19) sangat perlu dilakukan.

Ia pun menegaskan, garda terdepan dalam pemutusan rantai penularan virus corona ini adalah seluruh masyarakat.

"Memutus rantai penularan ini merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan bilamana ingin lepas dari COVID-19," kata Erlina, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube BNPB, Senin (30/3/2020).

"Saya ingin menyampaikan, garda terdepannya adalah masyarakat, bukan tenaga kesehatan, jadi masyarakat lah yang berperan," sambungnya.

Seperti yang diketahui, Erlina menambahkan, penularan COVID-19 dapat terjadi melalui dua cara.

Di antaranya yaitu penularan langsung dan tidak langsung.

"Langsung itu adalah bila mana pasien batuk, maka akan keluar droplet atau cipratan yang keluar saat batuk atau bersin dan jaraknya sekitar satu meter," terangnya.

Oleh karena itu, menurut Erlina, menjaga jarak atau physical distancing menjadi hal yang harus secara disiplin dilaksanakan setiap orang.

Baca: Cara Menggunakan Hand Sanitizer yang Benar, Jika Tangan Terlalu Kotor Gunakan Air & Sabun

"Untuk mengantisipasi penularan langsung perlu dilakukan beberapa hal seperti memakai masker bagi yang sakit dan merasa tidak sehat, berjarak lebih dari 1 meter, dan di rumah aja," ungkapnya.

"(Di rumah aja) ini penting karena ini mencegah interaksi dengan orang."

"Menghindari interaksi sosial ini di ataranya menghindari bertemu banyak orang, menghindari kerumunan, jika tidak perlu tidak usah keluar," tegasnya.

Sementara itu, apabila sangat mendesak untuk keluar rumah, Erlina menyarankan untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan masker apabila berada di kerumunan.

"Kalau sangat-sangat penting, harus keluar, dan berinteraksi dengan orang, jaga jarak satu meter, dan apabila berada di kerumunan lebih baik pakai masker," pesannya.

Baca: Mencegah Terinfeksi Virus Corona dengan Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Ini 7 Caranya

Sedangkan penularan lainnya, yaitu penularan tidak langsung.

Penularan tidak langsung dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi dengan virus.

"Penularan tidak langsung adalah apabila menyentuh benda yang terkontaminasi dengan virus sehingga tangan kita tercemar oleh virus tersebut, sehingga yang paling efektif adalah mengupayakan untuk tidak menyentuh wajah," kata Erlina.

Ia pun menekankan pentingnya mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.

Covid-19
Covid-19 (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved