Virus Corona
UPDATE Kasus Corona di Sulawesi Selatan 7 April: 127 Positif, 21 Sembuh, 6 Meninggal Dunia
Perkembangan kasus sebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Sulawesi Selatan per 7 April 2020.
Penulis:
Widyadewi Metta Adya Irani
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Virus corona (Covid-19) masih merebak di sejumlah wilayah Indonesia.
Hingga Selasa (7/4/2020), terdapat penambahan 247 kasus positif Covid-19 yang tersebar di sejumlah wilayah tanah air.
Sehingga, kini total pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.738.
Sementara di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan pantauan Tribunnews.com di laman covid19.go.id, terdapat 127 kasus positif corona per 7 April 2020 pukul 15.45 WIB.
Baca: Kabar Baik dari UPDATE Covid-19 Global Hari Ini, 7 April 2020 Sore, 290.550 Orang Dinyatakan Sembuh
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 15 orang dari data yang dilaporkan sebelumnya.
Per Senin (6/4/2020) pukul 12.00 WIB, tercatat 112 pasien positif Covid-19 di Sulawesi Selatan.
Kabar baiknya, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh pun bertambah 2 orang sehingga kini total terdapat 21 pasien sembuh.
Sedangkan kasus kematian tidak bertambah sehingga tetap berjumlah 6 kasus kematian akibat Covid-19.

Namun, terjadi perbedaan data kasus corona di Sulawesi Selatan, jika dilihat melalui laman covid19.sulselprov.co.id.
Melalui laman tersebut, berdasarkan data per 7 April 2020 pukul 11.14 WITA, jumlah pasien positif corona masih di angka 112 kasus.
Dari jumlah tersebut, 82 di antaranya masih menjalani perawatan dan 21 orang dinyatakan sembuh.
Jumlah pasien yang meninggal dunia pun berbeda.
Di laman covid19.sulselprov.co.id, terdapat 9 pasien positif corona yang meninggal dunia.
Adapun terdapat 2.482 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sulawesi Selatan.
Baca: UPDATE Corona Banten, 7 April 2020: 194 Positif, 7 Sembuh, dan 18 Meninggal Dunia
Dari jumlah tersebut, 1.711 orang di antaranya masih dalam proses pemantauan.
Sedangkan 671 orang lainnya telah selesai pemantauan.
Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terhitung sebanyak 296 orang.
Dari total tersebut, 257 di antaranya masih dirawat, 27 orang dinyatakan sehat, dan 12 orang meninggal dunia.
Perkembangan Kasus Corona di Indonesia
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto menyampaikan perkembangan kasus corona di Indonesia.
Menurut Yuri, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia naik menjadi 2.738 pasien, Selasa (7/4/2020).
Jumlah tersebut meningkat sebanyak 247 orang dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya, Senin (6/4/2020).
Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 pun bertambah 12 orang, sehingga kini jumlah kasus kematian meningkat menjadi 221 kasus.
Baca: UPDATE Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Terus Bertambah, Total 204 Orang
Kabar baiknya, Yuri menyebutkan, terdapat 12 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 204 orang.
Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BNPB, Selasa sore.
"Update data kasus dari pencatatan yang kami dapatkan dari seluruh rumah sakit yang merawat Covid-19 di seluruh Indonesia pada periode tanggal 6 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai 7 April 2020 pukul 12.00 WIB, kita dapatkan penambahan kasus baru confirm pemeriksaan PCR Covid-19 sebanyak 247 orang, sehingga total kasus menjadi 2738 orang," kata Yuri.
"Kasus sembuh bertambah 12 orang sehingga menjadi 204 orang, kasus meninggal bertambah 12 orang sehingga menjadi 221 orang," tambahnya.
Berikut perkembangan sebaran Covid-19 per provinsi di Indonesia, yang dilansir Covid19.co.id:
DKI Jakarta
Terkonfirmasi: 1,369
Sembuh: 65
Meninggal: 106
Jawa Barat
Terkonfirmasi: 343
Sembuh: 17
Meninggal: 29
Jawa Timur
Terkonfirmasi: 194
Sembuh: 41
Meninggal: 16
Banten
Terkonfirmasi: 194
Sembuh: 7
Meninggal: 18
Jawa Tengah
Terkonfirmasi: 133
Sembuh: 14
Meninggal: 22
Sulawesi Selatan
Terkonfirmasi: 127
Sembuh: 21
Meninggal: 6
Bali
Terkonfirmasi: 43
Sembuh: 18
Meninggal: 2
Daerah Istimewa Yogyakarta
Terkonfirmasi: 41
Sembuh: 1
Meninggal: 3
Kalimantan Timur
Terkonfirmasi: 31
Sembuh: 1
Meninggal: 1
Sumatera Utara
Terkonfirmasi: 26
Sembuh: 0
Meninggal: 4
Papua
Terkonfirmasi: 26
Sembuh: 3
Meninggal: 2
Kalimantan Tengah
Terkonfirmasi: 20
Sembuh: 6
Meninggal: 0
Sumatera Barat
Terkonfirmasi: 18
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Kalimantan Selatan
Terkonfirmasi: 18
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Sumatera Selatan
Terkonfirmasi: 16
Sembuh: 1
Meninggal: 2
Kalimantan Utara
Terkonfirmasi: 15
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Riau
Terkonfirmasi: 12
Sembuh: 1
Meninggal: 0
Lampung
Terkonfirmasi: 12
Sembuh: 0
Meninggal: 1
Nusa Tenggara Barat
Terkonfirmasi: 10
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Kalimantan Barat
Terkonfirmasi: 10
Sembuh: 3
Meninggal: 2
Kepulauan Riau
Terkonfirmasi: 9
Sembuh: 2
Meninggal: 1
Sulawesi Utara
Terkonfirmasi: 8
Sembuh: 1
Meninggal: 0
Sulawesi Tenggara
Terkonfirmasi: 7
Sembuh: 1
Meninggal: 0
Aceh
Terkonfirmasi: 5
Sembuh: 0
Meninggal: 1
Sulawesi Tengah
Terkonfirmasi: 5
Sembuh: 0
Meninggal: 2
Jambi
Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Bengkulu
Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1
Kepulauan Bangka Belitung
Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1
Sulawesi Barat
Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Papua Barat
Terkonfirmasi: 2
Sembuh: 0
Meninggal: 1
Maluku
Terkonfirmasi: 1
Sembuh: 1
Meninggal: 0
Maluku Utara
Terkonfirmasi: 1
Sembuh: 0
Meninggal: 0
Data lengkap rincian tiap wilayah provinsi kasus corona dapat Anda simak melalui website covid19.go.id.
Baca: Bahaya Virus Corona Dapat Diketahui dari Gejala Ringan hingga Berat, Berikut 11 Cara Pencegahannya
Masyarakat Wajib Menggunakan Masker Kain Saat Keluar Rumah
Sebelumnya, Achmad Yurianto mengatakan, keberadaan kasus positif di tengah masyarakat menandakan masih adanya sumber penularan.
Dengan demikian, ia menambahkan, mencari sumber penularan Covid-19 dan mengisolasinya adalah kunci pelaksanaan pengendalian penyakit ini.
Selain itu, kini pemerintah mulai mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.
Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona.
"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker," kata Yuri dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB, Minggu (5/3/2020).
Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain.
Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis.
"Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas medis.
"Gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar, orang tanpa gejala banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu, mereka adalah sumber penyebaran penyakit," tuturnya.
Oleh karena itu, Yuri pun mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker kain saat keluar rumah.

Yuri menyampaikan, masker kain hanya boleh digunakan maksimal selama empat jam.
Masker tersebut kemudian harus dicuci dengan merendamnya terlebih dahulu di dalam air sabun.
"Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam kemudian dicuci dengan cara direndam di air sabun kemudian dicuci," terangnya.
"Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan, karena kita tidak pernah tahu di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi menularkan ke kita.
"Di samping mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, ini (penggunaan masker) menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," tambah Yuri.
Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid-19.
Bahkan, sejumlah tenaga medis pun gugur dalam menjalankan tugasnya.
"Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus-menerus mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi," kata Yuri.
(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)