Breaking News:

Virus Corona

Komisioner Ombudsman Cerita Pengalamannya Antre Masuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Ketika dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala, Ninik awalnya memilih menuju Wisma Atlet guna mendapatkan pengobatan.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas dari TNI sedang mendata kendaraan keluar masuk Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020). Jumlah pasien terkait wabah virus corona (Covid-19) yang dirawat di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet masih terus bertambah. Hingga saat ini ada 453 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Ombudsman RI Ninik Rahayu yang sudah sembuh dari virus corona atau Covid-19 mengungkap dirinya sempat dua kali mengunjungi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Ketika dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala, Ninik awalnya memilih menuju Wisma Atlet guna mendapatkan pengobatan.

Namun hal itu urung dia lakukan melihat antrian panjang pasien dengan kondisi klinis lebih berat dari dirinya.

"Sampai di Wisma Atlet saya melihat dengan mata kepala sendiri, banyak sekali orang antri ya. Waktu itu 40-50 orang lebih yang menunggu dan kondisi klinisnya menurut saya jauh lebih berat dan membutuhkan prioritas pertolongan. Sehingga saya memilih untuk mundur," ujar Ninik, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (9/4/2020).

Baca: Polisi Jelaskan Kronologi Penemuan APD Bekas di Saluran Air Warga di Jakarta Selatan

Perempuan yang pernah berkutat di Komnas Perempuan tersebut enggan menambah jumlah antrian tersebut.

Baginya masih banyak yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

Dia pun menolak tawaran direktur setempat yang mengatakan ada ruangan untuk Ninik dan Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari dirawat inap.

"Setelahnya saya sempat ke RSPAD Gatot Subroto untuk minta suntik vitamin C. Kemudian saya pulang dan saya coba lagi ke Wisma Atlet malam harinya. Ternyata masih banyak lagi, malah banyak orang yang dipapah pakai kursi roda, pakai tempat tidur, jauh lebih berat lagi (kondisinya)," kata Ninik.

"Saya akhirnya (memutuskan) memang bukan di sini (Wisma Atlet). Banyak orang yang membutuhkan, saya mundur, dan mencoba isolasi mandiri dua hari di suatu tempat," imbuhnya.

Namun, lantaran literatur yang dibacanya menyebut pasien positif Covid-19 harus mendapatkan pengobatan yang tepat, Ninik bersama koleganya akhirnya menuju RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"RS Bhayangkara Brimob hari Selasa itu baru diresmikan, saya kemudian menjadi pasien pertama. Jadi itu RS yang benar-benar baru diresmikan untuk Covid-19, jadi kami berproses bersama, karena rumah sakit belum pernah punya menangani Covid-19," pungkasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved