Virus Corona

Selain Soal Covid-19, Masyarakat Diminta Mewaspadai Penyakit Demam Berdarah

Pemerintah Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim pancaroba pada bulan April-Mei

Dok BNPB
Juru Bicara Presiden untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim pancaroba pada bulan April-Mei yang memicu peningkatan penyakit demam berdarah.

"Kami mengingatkan, saat ini adalah periode pancaroba yang secara klasik ada gambaran peningkatan kasus demam berdarah di daerah," ujar Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2020).

Karena itu, upaya pemberantasan nyamuk Aedes aegypti harus dilakukan di lingkungan masyarakat melalui penerapan 3M, yaitu menguras bak penampungan air, menyikat kamar mandi dan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Baca: Sebelum Meninggal Dunia Glenn Fredly Sempat Keluhkan Penyakitnya, Keluarga Benarkan Sakit Meningitis

Baca: Jadwal Acara TV Hari Ini, Kamis 9 April 2020: Ada Film Enders Game di Trans TV Pukul 08.30 WIB

Baca: Ada Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala di Indonesia: Sering Kehausan, Tanpa Demam dan Batuk

Serta menutup tempat penampungan air sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.

"Mari kita cegah, tetap di rumah berantas sarang nyamuk ini menjadi sesuatu yang penting," ucap Yurianto.

Selain itu, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, Yurianto kembali mengingatkan masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir.

Baca: Acmad Yurianto Ingatkan Masyarakat Waspadai DBD: Jangan Sampai Ini Memperburuk Pandemi Covid-19

Kemudian dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan diri, cukup istirahat, asupan gizi yang baik.

"Ini menjadi awal bagi kita untuk bisa menjaga kesehatan," ucapnya.

Dan terpenting, imbuh dia, jangan melakukan perjalanan ke mana pun keluar rumah.

"Hanya apabila diperlukan, selebihnya lebih baik berada di rumah. Banyak yang bisa dilakukan di rumah," jelasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved