Virus Corona
Urus Anak dan Istrinya yang Positif Covid-19, Pria di Jakarta Timur Setengah Mati Cari Masker
Penyebaran covid-19 atau virus corona di Indonesia yang masih terus berkembang menjadikan masker medis langka di pasaran.
TRIBUNNEWS.COM - Penyebaran covid-19 atau virus corona di Indonesia yang masih terus berkembang menjadikan masker medis langka di pasaran.
Hal ini tergambar dari sebuah curhatan warganet yang diunggah di media sosial Facebook.
Seorang warganet yang istri dan anaknya telah terkonfirmasi positif covid-19 kesulitan mencari masker medis berjenis 3 ply untuk dirinya dan keluarga.
Dalam postingan tersebut, ia mengaku hanya memiliki 5 buah masker.
Sebenarnya ia telah mendapati pihak yang mengaku menjual masker yang ia butuhkan.
Namun, mereka meminta untuk ditransfer uang terlebih dahulu.
Curhatan warganet ini diunggahnya dalam sebuah grup.
Baca: KTP Pasien yang Meninggal karena Gagal Jantung Tersebar & Dicap Positif Corona, Keluarga Usut Pelaku
Konfirmasi Tribunnews
Saat dihubungi, warganet tersebut mengungkapkan ia berdomisili di Jakarta Timur.
Ia, istri, dan sang anak telah menjalani pemeriksaan swab test.
Hasilnya, sang istri yang berusia 27 tahun dan anaknya yang baru berusia 14 bulan telah terkonfirmasi positif covid-19.
"Istri saya awalnya dapat swab test dari kantornya, dan hasilnya positif," ujarnya kepada Tribunnews melalui sambungan telepon, Kamis (9/4/2020).
Mendapati hal tersebut, ia dan buah hatinya pun melakukan swab test.
Hasil swab test ia dan anaknya keluar pada Selasa (7/4/2020) lalu.
"Anak saya positif, saya negatif," ujarnya.
Baca: Ratusan Pramugari American Airlines Positif Terinfeksi Virus Corona
Karantina Mandiri
Ia menjelaskan, meskipun positif covid-19, istri dan anaknya diminta untuk karantina mandiri.
"Melihat kondisi istri dan anak saya yang tidak memerlukan penanganan dokter, pihak RSPAD meminta untuk rawat jalan karantina mandiri," ujarnya.
Ia mengaku dirinya harus mengurus istri dan anaknya.
"Saya yang bertugas mencukupi makanan dan obat," ujarnya.
Baca: Jika Pemerintah Tak Perketat Social Distancing, Pakai UI Peringatkan Adanya Gelombang 2 Virus Corona
Setengah Mati Cari Masker
Dokter meminta agar ia dan keluarganya yang telah positif covid-19 untuk mengenakan masker berjenis 3 ply atau masker bedah.
"Saya harus pake (masker), dokternya bilang juga yang positif harus pake minimal masker 3 ply," ungkapnya.
Ia mengaku sudah mencari masker tersebut baik di toko maupun online.
"Banyak di marketplace, tapi begitu saya chat gabisa pembayaran langsung, harus transfer dulu," ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak aman dan ada kecenderungan penipuan.
Apalagi, harganya pun sangat tinggi.
"Harganya antara 300 sampai 500 ribu (per boks)," ungkapnya.
"Setengah mati saya cari, sedangkan saya berpacu dengan waktu," ujarnya.
Baca: Potret Ridwan Kamil Hanya Pakai Masker Pantau Langsung Jenazah PDP Corona: Jangan Cemas Berlebihan
Dapat Bantuan Tempat Karantina
Ia juga mengungkapkan saat ini istri dan anaknya tinggal di sebuah apartement di kawasan Jakarta Utara.
"Ada orang baik minjemin apartement untuk isolasi," ungkapnya.
Ia mengaku tinggal di pemukiman padat penduduk di Jakarta Timur.
Ia memilih untuk melakukan karantina di luar rumah karena takut dikucilkan masyarakat.
"Anggapan masyarakat (terhadap pasien positif covid-19) masih parah, saya takut dikucilin," ungkapnya.
Sementara itu curhatannya yang kesulitan mencari masker mendapat respons positif dari warganet.
"Banyak yang ngasih tau, coba ke sini ke sini," ujarnya.
Ia mengaku saat ini telah memiliki 25 buah masker bedah 3 ply.
"Dari kawan-kawan yang bisa dikirim ojek online sudah ada. Alhamdulillah Puji Tuhan udah dapat 25 pcs masker bisa untuk 3-4 hari lah," ungkapnya.
Baca: 3 Perawat Dinyatakan Positif Covid-19 setelah Terpaksa Gunakan Plastik Sampah untuk APD
Selain itu ada bantuan dari pihak lain yang masih dalam proses pengiriman.
"Ada teman yang bilang sudah ngirim tapi katanya terhambat di ekspedisi," ungkapnya.
Sementara itu, ia juga mengungkapkan banyak masyarakat yang belum patuh akan imbauan pemerintah.
"Banyak yang tidak isolasi bahkan keluar tanpa menggunakan masker," ungkapnya.
(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/grafis-covid19-nih.jpg)