Virus Corona
Presiden Jokowi Minta Bahan Pokok Tetap Tersedia dan Terjangkau oleh Masyarakat
Akhir bulan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengingatkan akan adanya potensi tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menyikapi potensi kelangkaan pangan dunia sebagai akibat dari pandemi Covid-19.
Akhir bulan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengingatkan akan adanya potensi tersebut.
Maka itu, sejumlah langkah dibahas oleh Kepala Negara bersama dengan jajaran terkait dalam rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan bahan pokok yang digelar melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Selasa (21/4/2020).
Baca: Andi Iwan Darmawan Aras Gantikan Ahmad Riza Patria di Pimpinan Komisi V DPR
"Setiap negara terutama negara-negara produsen beras akan lebih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown (di sejumlah negara,red)," ujar Jokowi.
Sebagai langkah awal, Presiden menginstruksikan dilakukannya pemetaan kebutuhan bahan pokok secara akurat dengan berdasar pada data-data empiris yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Hitung yang betul berapa produksi beras kita. Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung, jangan overestimate," ucapnya.
Baca: Update Covid-19 di Indonesia 21 April 2020: 7.135 Kasus Positif, 842 Sembuh, 616 Meninggal
Kedua, Kepala Negara meminta pihak-pihak terkait untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan yang ada di pasaran.
Selain itu, rantai pasok juga harus dapat menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan di masyarakat.
"Pastikan dalam supply chain petani mendapatkan perlindungan yang baik. Hindari praktik-praktik yang tidak sehat dan harus menerapkan prinsip tata kelola yang baik," imbuhnya.
Selain itu, tak kalah penting, agar selain ketersediaan, stabilitas harga kebutuhan pokok juga dapat dijaga dan terjangkau oleh masyarakat.
Hingga saat ini, Jokowi masih melihat adanya fluktuasi harga, bahkan kenaikan di sejumlah komoditas, yang harus segera dibenahi.
"Ini yang mulai naik sedikit beras. Harga gula tidak bergerak sama sekali, justru naik menjadi Rp19.000. Bawang putih, bawang bombai juga belum turun. Saya enggak tahu ini dari Kementerian Perdagangan apa sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak," kata Presiden.
Baca: Pesta Miras Oplosan di Lamongan, Tiga Nyawa Melayang
Kepala Negara juga melihat adanya penurunan harga gabah kering namun tidak diikuti dengan penurunan harga beras, malah sebaliknya.
Untuk hal tersebut, Presiden meminta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan dan mencari tahu persoalan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/stok-beras-jelang-ramadan-aman_20200417_185555.jpg)