Breaking News:

Virus Corona

Hukuman Unik untuk Pelanggar Karantina di Sragen dan India: Diinapkan di Rumah Hantu, Masuk Ambulans

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu," katanya

Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah telah menetapkan kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2020 selama masa wabah virus corona atau Covid-19.

Tujuan pemerintah melarang warganya mudik yaitu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca: Ini Resep Makanan yang Paling Banyak Dicari di Internet Saat Orang-orang di Rumah Akibat Corona

Namun, masih saja ada masyarakat yang tetap mudik,

Sejumlah daerah yang kedatangan pemudik pun mulai memikirkan bagaimana agar para pendatang itu tidak menyebarkan Covid-19.

di Sragen, Pemerintah Kotanya menerapkan karantina bagi para pendatang.

Bagi pendatang yang masih 'bandel' tidak menjalankan karantina mandiri, maka ada hukuman yang menanti, yakni dikarantina di rumah 'hantu'.

Melansir Kompas.com, sudah ada pendatang yang menjadi korban.

Tiga orang pemudik yang sedang menjalani karantina di rumah 'hantu' Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 'menyerah' setelah mereka mengaku didatangi sosok hantu.

Rumah hantu itu disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat bagi para pemudik yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved