Breaking News:

Virus Corona

Tak Ingin Ada Kelaparan Saat Pandemi, Wapres Ma'ruf: Ini Tanggung Jawab Bersama

akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan semakin bertambah dan karena itulah membantu masyarakat terdampak Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama

Dokumentasi Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjalani sesi wawancara virtual, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kepada semua masyarakat untuk menguatkan solidaritas di tengah pandemi corona ini.

Pasalnya, akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan semakin bertambah dan karena itulah membantu masyarakat terdampak Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama.

Baca: BREAKING NEWS Update Corona 28 April 2020: Total 9.511 Kasus Positif, 1.254 Sembuh, 773 Meninggal

“Saat ini, angka kemiskinan bertambah, banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak warung kecil yang tutup, sehingga tuntutan untuk memberi makan orang miskin menjadi lebih penting,” kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews dari Setwapres, Selasa (28/4/2020).

Ma'ruf menjelaskan, menurut para ulama, hukum menolong orang yang kelaparan di tengah masa sulit seperti ini adalah fardhu kifayah.

"Artinya apabila ada seseorang yang melaksanakan menghilangkan kelaparan itu, maka yang lain tidak berdosa. Tapi, apabila tidak ada yang melaksanakan sampai ada yang kelaparan, maka semuanya berdosa,” ujarnya.

Lebih jauh, Wapres menekankan, salah satu hukum fardhu kifayah yakni menghilangkan bahaya seperti kelaparan. Namun, hukum menolong orang yang kelaparan ini dapat meningkat menjadi fardhu ‘ain (kewajiban individu).

Baca: Mendes PDTT Garansi BLT Dana Desa Tak Tumpang Tindih dengan Bansos Lain

“Kalau ada orang yang kurang makan, maka untuk membantunya, hukumnya fardhu kifayah. Tetapi, kalau sampai tidak makan, maka menurut para ulama, hukumnya (bagi orang lain untuk membantu) bukan fardhu kifayah, tapi fardhu ‘ain. Artinya, tiap orang, yang berkelebihan, wajib untuk membantunya,” tegas Wapres.

Untuk itu,  Ma'ruf mengingatkan agar tidak ada yang kelaparan saat pandemi seperti ini, apalagi sampai tidak makan.

Ia juga menekankan bahwa orang yang dalam bahaya tersebut, bukan hanya muslim, tapi juga nonmuslim.

“Termasuk orang yang dalam bahaya itu adalah mim muslimin atau muslim, au dimmiyin atau non-muslim, au mustaqmaniin atau orang-orang dalam perlindungan,” pungkas Wapres mengutip dalil dalam sebuah kitab.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved