Breaking News:

Virus Corona

Jamu Herbavid-19 dari Satgas Lawan Covid-19 DPR Kini Miliki Izin Edar dari BPOM

Herbavid-19 tertulis sebagai obat tradisional dan memiliki kemasan bungkus dengan takaran 170 ml.

Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Obat herbal Herbavid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jamu Herbavid-19 yang dibagikan Satuan Tugas Lawan Covid-19 DPR telah memiliki izin edar dari Badan Penawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Deputi Penerangan Masyarakat Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Arteria Dahlan menyatakan obat herbal Herbavid-19 yang diyakini ampuh mengobati pasien terinfeksi virus corona (covid-19) itu teregistrasi dengan nomor TR203643421 tertanggal 30 April 2020.

Dilihat dari situs resmi BPOM, Herbavid-19 teregistrasi dengan nomor yang sama (TR203643421).

Herbavid-19 tertulis sebagai obat tradisional dan memiliki kemasan bungkus dengan takaran 170 ml.

Pendaftarnya adalah SATGAS LAWAN COVID-19 DPR RI yang pabrik obatnya berlokasi di Jakarta Utara.

Obat herbal Herbavid-19 yang kini heboh jadi perbincangan netizen.
Obat herbal Herbavid-19 yang kini heboh jadi perbincangan netizen. (IST)

"Semoga dapat menyudahi polemik dan menambah semangat Satgas dan para dokter dan petugas medis lainnya untuk semakin masif melakukan kerja-kerja kemanusiaan memerangi pandemik Covid-19," kata Arteria melalui keterangan yang diterima wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan Herbavid-19 diberikan secara cuma-cuma kepada pasien Covid-19, baik yang dirawat di rumah sakit, puskesmas maupun yang menjalani karantina mandiri.

Baca: Ketika Para Orang Tua Menamakan Bayinya Corona, Covid Hingga Lockdown: Dia Mungkin akan Dibully

Menurutnya, Herbavid-19 hanya sebagian kecil dari beberapa item bantuan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI.

"Jangan khawatir, pemberian bantuan terus berjalan, tidak hanya obat herbal Herbavid-19, pastinya kami sertakan bantuan-bantuan lainnya seperti Obat gejala Sesak Nafas, obat gejala Diare, APD, masker medis, sarung tangan dan kacamata pelindung kepada RS atau Puskesmas yang merawat pasien terinfeksi covid-19 yang membutuhkan," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved