Kamis, 28 Mei 2026

Mudik Lebaran 2020

Dishub DKI Akan Cegat Pemudik yang Kembali ke Jakarta di Dua Titik Jalan Tol Ini

Bila yang bersangkutan tidak memilikinya, maka konsekuensi yang ditanggung ialah kendaraannya diminta putar balik.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo didampingi Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasetya , memberikan keterangan kepada wartawan terkait perluasan wilayah pemberlakuan Ganjil-genap di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memperluas wilayah ganjil genap bagi kendaraan bermotor. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya bakal melakukan operasi pembatasan kendaraan masuk ke ibu kota.

Pencegatan bakal berfokus pada dua titik Jalan tol, yakni Tol Cikarang Barat dan Tol Bitung setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Jadi setelah Idul Fitri, kalau ada yang dari luar mau masuk ke Jakarta tidak memiliki izin maka akan kami cegat di dua titik di Tol Cikarang Barat dan Bitung, Jadi akan ada pelarangan," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).

Baca: Gelar Rapat Paripurna, 36 Anggota Hadir Fisik dan 280 Anggota Mantau Jarak Jauh

Dsihub DKI akan lebih dulu mengecek surat izin perjalanan memasuki Jakarta.

Bila yang bersangkutan tidak memilikinya, maka konsekuensi yang ditanggung ialah kendaraannya diminta putar balik.

Kawasan daerah perbatasan Jakarta dan Bogor Depok Tangerang Bekasi (Bodetabek) juga disiagakan petugas penjaga. Total ada 11 titik perbatasan yang akan dimonitor, mulai dari Kamal, Kalideres, Rambutan, Jalan Raya Bogor, Kalimalang, dan Cakung.

Baca: DPR Sesalkan Pemotongan Anggaran di Lingkup Kementan

"Kita akan cek, jika tidak memiliki surat mereka diminta memutar. Begitu juga di batas administrasi Jakarta dan Bodetabek. Total ada 11 titik mulai dari Kamal, Kalideres, Rambutan, Jalan Raya Bogor, Kalimalang dan di Cakung," ungkapnya.

Mekanisme pembatasan seperti ini diharapkan mampu mencegat mereka yang datang dari luar, masuk ke Jakarta. Sehingga Jakarta bisa segera bersih dari virus corona.

"Dengan pola ini otomatis orang dari luar bisa kami cegat. Harapannya dengan pola ini, Jakarta yang saat ini angka positif Covid-19 melambat, bisa segera bersih dari virus covid," pungkas Syafrin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved