Breaking News:

Virus Corona

Pemilik Salon Nekat Buka saat Pandemi Corona, Bantah Hakim hingga Dipenjara dan Denda Rp105 Juta

Video pemilik salon nekat buka usaha di tengah pembatasan sosial. Berakhir di penjara hingga denda Rp 105 juta.

kgw.com
Ilustrasi salon. 

TRIBUNNEWS.COM - Shelley Luther, seorang pemilik salon di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat nekat membuka usaha salonnya di tengah pembatasan akibat pandemi virus corona.

Nasib Luther berakhir di penjara lantaran ia juga menolak minta maaf sudah meremehkan aturan pembatasan sosial di kotanya.

Dikutip Tribunnews.com dari foxnews.com, Luther sebenarnya diberi dua pilihan sebagai konsekuensi tindakan nekatnya.

Yakni minta maaf atas keegoisannya, membayar pajak, dan menutup usahanya atau dipenjara.

Usaha salon dan cukur rambut sebenarnya sudah diberi kesempatan untuk buka nanti pada Jumat (8/5/2020).

Baca: Mungkinkah Vaksin Virus Corona Tersedia Januari 2021?

Baca: 15 Anak Masuk ICU dengan Gejala Misterius, Perpaduan Corona dan Penyakit Kawasaki

Shelley Luther, seorang pemilik salon di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat corona
Shelley Luther, seorang pemilik salon di Kota Dallas, Texas, Amerika Serikat nekat membuka usaha salonnya di tengah pembatasan akibat pandemi virus corona.

Namun Luther terlanjur melanggar aturan dan membuka sebelum tanggal yang diizinkan.

Kepada hakim, Luther bersikukuh tindakannya tidak egois lantaran ia harus menghidupi anak-anaknya.

Usaha salon adalah satu-satunya jalan bagi Luther untuk mencari uang.

"Aku sangat tidak setuju pada Anda, Tuan, ketika Anda berkata saya egois, karena memberi makan anak-anak saya bukanlah hal yang egois," tegas Luther di pengadilan.

Luther juga mengaku memiliki pegawai yang harus memberi makan keluarga mereka.

Halaman
12
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved