Breaking News:

Virus Corona

Pertumbuhan Melambat, Bamsoet Sarankan Pemerintah Susun Strategi Kebijakan Ekonomi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah untuk menyusun strategi kebijakan ekonomi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengendara melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 2,5 persen bahkan sampai 0 persen jika pandemi covid-19 masih akan berlangsung lebih dari 3 bulan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama yakni hanya mencapai 2,97 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 5,07 persen.

Merespons hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah untuk menyusun strategi kebijakan ekonomi.

Baca: Awalnya Pesimis, Imbauan Larangan Mudik Kini Ditaati Warga

"Mendorong pemerintah untuk membuat beberapa skenario strategi dalam menentukan kebijakan ekonomi, baik dalam jangka pendek dan jangka menengah, dikarenakan pandemi covid-19 masih belum diketahui kapan akan selesai, sehingga menyebabkan situasi ekonomi dan sosial dunia mengalami ketidakpastian," kata Bamsoet melalui keterangannya, Rabu (6/5/2020).

Untuk mengantisipasi keadaan makin memburuk, Bamsoet meminta pemerintah memantau kinerja ekspor dan impor.

Sebab kinerja ekspor-impor menjadi komponen Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu Bamsoet meminta peran Bank Indonesia (BI) untuk menjaga suku bunga dan inflasi.

"Mendorong pemerintah untuk terus memantau kinerja ekspor dan impor yang menjadi komponen PDB sehingga tidak memperburuk keadaan ekonomi Indonesia saat ini," ujar Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu.

Baca: Sembunyi di Balik Barang Kiriman di Mobil Logistik, Pemudik Ini Ketahuan Saat Akan Keluar Tol Kopo

"Mendorong pemerintah dan Bank Indonesia menjaga suku bunga dan inflasi, karena hal tersebut merupakan salah satu wujud nyata pemulihan ekonomi," imbuhnya.

Pemerintah juga diminta fokus pada upaya pengurangan korban jiwa akibat covid-19.

Baca: Resep Pastel Bihun Bakso Ikan, Kreasi Unik untuk Menu Buka Puasa

Misalnya dengan penekanan pada stimulus sektor kesehatan dan bantuan sosial atau kesejahteraan bagi masyarakat terdampak.

"Mendorong pemerintah melakukan relokasi anggaran yang sebelumnya diperuntukkan untuk program-program lain yang saat ini menjadi tidak terlalu urgen, untuk membantu penanganan covid-19," pungkas Bamsoet.

Diketahui, Badan Pusat Statistik mencatat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya sebesar 2,97 persen atau lebih rendah dari perkiraan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Prediksi Sri Mulyani yang mengatakan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 akan tumbuh sebesar 4,5 persen hingga 4,7 persen pun meleset.

"Kalau kita bandingkan dengan posisi pada kuartal I tahun 2019 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2020 ini tumbuh 2,97 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat teleconference di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved