Breaking News:

Virus Corona

Jeritan Yanti Tukang Pangkas Rambut Hidup di Jakarta Disaat Pandemi Corona

Selain karena sepinya pengguna jasa potong rambut, tenan salonnya harus tutup, karena Mall nya berhenti beroperasi.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Saryanti 

Nafas Yanti hidup di Jakarta disaat pandemi sedikit terbantu, karena ada pelanggan salon yang memanggilnya untuk potong rambut. Kebutuhan perut membuat ketakutan Yanti hilang terhadap penularan Corona. 

Baca: Komisi I DPR Minta Kemenlu Lindungi dan Dampingi ABK Longxing 629 China

"Kalau saya tidak keluar, saya tidak bisa makan, mau bagaimana lagi. Saya cuma bisa jaga jaga saja, kaya pakai masker dan pelanggan juga pakai masker" katanya.

Semakin ke sini, pelanggan salon yang meminta jasanya memotong di rumah bertambah,  namun bisa dihitung jari.

Yanti yang tinggal di kawasan Pasar Minggu, kini harus berkeliling  Jakarta untuk memotong rambut.

Mengendarai sepeda motor dan menggendong tas berisi peralatan cukur, ia harus siap dipanggil kemana pun. 

Baca: Satu Keluarga Positif Virus Corona, Setelah Pemuda Ini Pulang dari Ijtima Ulama Tabligh Gowa

Yanti menerapkan harga salon untuk jasa potong rambut panggilannya itu yakni Rp 125 ribu untuk sekali potong.

Hanya saja itu tidak  sebanding dengan saat salon masih buka. Biasanya bekerja di salon Yanti mendapatkan gaji bulanan ditambah fee setiap sekali potong rambut

"Kalau seminggu dua, berarti cuma 250 ribu, kalau masih di Salon punya gaji bulanan," katanya.

Yanti bersyukur mendapatkan Bansos sembako dari pemerintah. Setidaknya dengan adanya Bansos tersebut, uang hasil potong rambut bisa digunakan untuk bayar kontrakan.

"Alhamdulillah dapat bansos, isinya beras, minyak goreng, sarden, sabun batang, jadi uang buat beli beras bisa buat bayar kontrakan, " katanya.

Yanti berharap Penyebaran Corona segera berakhir. Mall kembali buka, sehingga salon tempatnya kerja bisa kembali beroperasi.

"Doa saya semoga ini cepet selesai, normal lagi,  karena saya juga bingung kalau lama-lama," pungkas Yanti.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved