Breaking News:

Virus Corona

Bima Arya Cerita Perjalanan Dinas Dipotong 80 persen hingga Sulit Mendata Warga Terdampak Covid-19

Bima Arya juga menuturkan bagaimana sulitnya mendata warga yang betul-betul terdampak virus corona

Instagram.com/bimaaryasugiarto
Wali Kota Bogor Bima Arya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakan bagaimana kondisinya usai menjadi 'almuni Covid-19'.

"Dua hari sebelum saya dinyatakan positif sampai harus indekost di Rumah Sakit selama tiga minggu. Saya perintahkan seluruh dinas hitung ulang dan tunda hal-hal yang tidak penting," ucap Bima Arya ‎Dalam sebuah diskusi secara daring via aplikasi zoom, Sabtu (9/5/2020) bertema Cegah Korupsi di Tengah Pandemi.

Baca: Sri Mulyani Sebut Pelatihan Bahasa Inggris Paling Diminati Peserta Kartu Prakerja

"Padahal saat itu PAD Bogor di puncak kejayaan. Ada beberapa infrastruktur besar yang kami rencanakan. Setelah dilakukan realokasi, refocusing yang tidak penting digeser," kata Bima Arya.

"Perjalanan dinas wali kota dipotong 80 persen, makan, minum operasional kantor. Semua dipotong 50 persen, kondisi seperti ini sulit. Saya keluar dari Rumah Sakit, PAD drop tinggal 40 persen," tambahnya lagi.

Hal lainnya, Bima Arya juga menuturkan bagaimana sulitnya mendata warga yang betul-betul terdampak virus corona.

Karena banyak warga yang seharusnya tidak menerima manfaat justru terdaftar sebagai keluarga miskin.

Bima Arya juga dibuat bingung dengan membeludaknya warga Bogor yang tiba-tiba mengaku dan merasa perlu menerima bantua‎n sosial dari pemerintah.

"‎Data dari RT/RW ada 192 ribu KK yang dianggap terpapar. Ini kan luar biasa, dari 237 ribu KK ada 192 ribu yang dianggap miskin, terpapar," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved