Breaking News:

Virus Corona

Ibarat Perang, Pemerintah Pusat Harusnya Libatkan Masyarakat Tanggulangi Covid-19

Indonesia masih berupaya menanggulangi pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia masih berupaya menanggulangi pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Direktur Lembaga Kajian Hukum dan Korupsi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Wendra Yunaldi, mengibaratkan Covid-19 seperti perang.

Menurut dia, pada situasi perang seharusnya pemerintah pusat melibatkan semua elemen masyarakat termasuk di daerah untuk bersama-sama menanggulangi pandemi tersebut.

Baca: Pemerintah Dukung Gerakan Bercocok Tanam Selama Pandemi Covid-19

“Perang perlu mengajak seluruh komponen yang ada untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19,” kata dia dalam diskusi Kewenangan Daerah Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19, Sabtu (9/5/2020).

Namun, sejauh ini, dia menilai, masyarakat di daerah tidak terlibat.

Baca: Punya Sifat Cuek hingga Dikomplain Orang, Maia Estianty Beberkan Sisi Positifnya

Selain itu, kata dia, selama penanganan pandemi penyakit itu, tidak diketahui siapa yang memegang tongkat komando.

Sehingga, dia menyoroti, banyak aturan yang bertentangan antara satu dengan yang lain.

Hal ini berkibat pada tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat.

Baca: Bantu Penelitian Vaksin Covid-19, BIN Beri Unair Alat Laboratorium Canggih

“Siapa yang mengambil tanggungjawab. Yang menjadi persoalan, saya tidak melihat satgas mempunyai kewenangan, karena menteri terkait mengambil tindakan sendiri. Apakah dikoordinasi dengan Satgas? Kita tidak tahu,” ujarnya.

Dia menegaskan, pada situasi darurat suatu kepastian kebijakan bagi warga menjadi penting.

Namun, dia melihat, masyarakat tidak melihat suatu kepastian kebijakan, karena kerap kali berubah-ubah.

“Komando tidak jelas. Kebijakan berubah-ubah. Perintah berubah-ubah membuat orang kebingungan. Harus ada kepastian dan ketegasa. Kalau ada deskresi sampai sejauh mana,” katanya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved