Breaking News:

Virus Corona

Satgas NU Pakai Cara Persuasif kepada Sejumlah Kiai yang Belum Tahu Detail soal Covid-19

edukasi yang harus diberikan kepada masyarakat terkait pencegahan virus corona harus berulang-ulang.

Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Covid-19 Makky Zamzami menilai bahwa edukasi yang harus diberikan kepada masyarakat terkait pencegahan virus corona harus berulang-ulang.

"Kalau kami melalui tokoh-tokoh masyarakat Ketua PCNU, PWNU, maupun tokoh-tokoh nasional, mereka menjelaskan secara langsung," kata Makky dalam siaran YouTube BNPB, Kamis (14/5/2020).

Baca: Antrean Padat Terjadi di Bandar Soetta, Ombudsman: Koordinasi AP II di Bandara Lemah

Hal itu dilakukan karena Makky punya pengalaman tersendiri terkait hal itu. Ada beberapa  kiai yang sama sekali tidak tahu soal Covid-19 dan bagaimana mencegahnya.

"Saya ada contoh misalnya dari beberapa kiai yang ingin tadinya meresmikan masjid, dia penasaran apa sih corona, terus kemudian relawan kami menjelaskan akhirnya dibatalkan peresmiannya terus dia berharap saya baru tahu sampai detail seperti ini," lanjutnya.

Maka itu, seruan dan ajakan secara persuasif terkait pencegahan Covid-19 dikatakan Makky, harus dilakukan secara terus menerus.

Baca: Hadapi Pandemi Covid-19, Presiden Tegaskan Kita Harus Bertumpu di Atas Kaki Sendiri

"Kalau terkait apakah sanksi dan lain-lain, jadi sebetulnya lebih dominan (persuasifnya) ayolah kita sama-sama jangan egois, ketika itu harus dipaksakan sekali, tolong dilakukan prinsip-prinsip physical distancingnya bagi semua," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah Corona Rintawan menyebut Muhammadiyah turun sampai ke akar rumput untuk menyosialisasikan pencegahan Covid-19.

Baca: Tiga Klaster WNI Pulang dari Luar Negeri Diisolasi Sementara di Asrama Haji Pondok Gede

"Melalui takmir, jadi kita ada pimpinan wilayah, daerah, ranting, dan kita petakan mana yang harus ambil kebijakan. Kita koordinasinya melalui tahapan tadi, sampai pimpinan rantingnya kemudian disampailam ke takmirnya," ujarnya.

Hal itu dilakukan atas dasar kajian di pusat dari para pimpinan Muhammadiyah untuk akhirnha dikeluarkan edaran kepada para pengurus di bawahnya.

"Pengurus di wilayah dan daerah supaya bisa dilaksanakan, tapi tentunya memang kami menyadari bahwa ini tidak berupa instruktif ya tapi persuasi. Tetap kami lakukan, tapi dengan adanya surat edaran itu diharapkan itu merupakan instruksi resmi dari pimpina  pusat yang memang harus dilaksanakan oleh pimpinan di bawahnya," pungkas Corona.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved