Breaking News:

Virus Corona

Kritik Jokowi, Akademisi UI Nilai Harusnya Berdamai dengan Covid-19 Ketika Kurva Melandai

Harusnya, kata dia, berdamai dengan Covid-19 itu pada saat kurva melandai yang diperkirakan butuh beberapa bulan lagi

twitter.com/jokowi
Presiden Joko Widodo. Presiden pertimbangkan cuti Lebaran dipindahkan ke libur Idul Adha, Juli mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengisyaratkan untuk berdamai dengan pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Jokowi, berdamai itu bukan berarti masyarakat diminta menyerah, namun menyesuaikan diri.

Baca: Klaster Baru di Batam Misterius, Sekeluarga Positif Covid-19 Meski Tak Pernah Kemana-mana

Alasannya, karena virus tak segera hilang dan masih ada di tengah masyarakat.

Pernyataan itu didasarkan hasil analisa badan kesehatan dunia, WHO, yang mengatakan masyarakat harus hidup berdampingan dengan Covid-19.

Menanggapi ajakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, akademisi Universitas Indonesia di bidang Ketahanan Nasional,
Angelo Wake Kako, mengatakan pada saat ini bukan momentum yang tepat berdamai dengan virus corona.

Pada saat ini, menurut dia, angka penularan dan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia sangat tinggi.

Harusnya, kata dia, berdamai dengan Covid-19 itu pada saat kurva melandai yang diperkirakan butuh beberapa bulan lagi.

"Bukan sekarang disuruh berdamai, masa berdamai di tengah tingginya angka penularan dan kematian akibat covid, nanti ada saatnya ketika kurva melandai, baru Kita diajak berdamai, sembari mempersiapkan masyarakat memulai sesuatu yang baru di masa depan," kata dia, di diskusi virtual, Senin (18/5/2020).

Kasus positif virus corona di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3/2020).

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved