Kamis, 21 Mei 2026

Virus Corona

PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang hingga 4 Juni 2020, Anies: Ini Bisa Menjadi Penghabisan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota.

PSBB di Jakarta diperpanjang selama 14 hari sampai 4 Juni 2020.

"Pemprov DKI, Gugus Tugas DKI, menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari mulai 22 Mei sampai 4 Juni dan ini akan bisa menjadi PSBB penghabisan," ujar Anies dalam siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Anies mengatakan PSBB kali ini bisa menjadi pembatasan yang terakhir untuk wilayah di DKI Jakarta.

"Jika kita disiplin, karena itu saya ingin sampaikan jangan harus memperpanjang lagi (PSBB, red),"imbuhnya.

Oleh karena itu, pria berkacamata ini menegaskan selama periode PSBB ke depan tidak ada pelonggaran.

Baca: Merasa Sering Dibenturkan dengan Anies, Ganjar Pernah Ungkap Kebingungannya pada sang Gubernur DKI

Ia meminta masyarakat membuang anggapan jika wilayah DKI Jakarta telah melonggarkan pembatasan yang telah dilakukan,

"Nah sebabnya bagi semua seluruh masyarakat Jakarta di 14 hari ke depan tetap disiplin."

"Apalagi memasuki musim lebaran untuk tetap berada di rumah bersama keluarga, kurangi kegiatan di luar, supaya kita benar-benar mengakhiri masa PSBB."

"Ini yang menentukan bukan pejabat pemerintah, bukan sekedar penegak hukum, tapi yang menentukan kita semua," urainya.

Baca: Sandiaga Uno Ungkap Pilih Ngalah hingga Anies yang Jadi Calon Gubernur: Sempat Yakinkan Prabowo

Laporan penanganan Covid-19 di Jakarta

Anies dalam kesempatan tersebut juga memberikan laporannya terkait dengan penanganan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Ia menjelaskan DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan PSBB mulai tanggal 10 April 2020 bulan lalu.

PSBB ini pun telah diperpanjang lagi dan akan berakhir pada tanggal 21 Mei 2020 atau dua hari mendatang.

Anies menjelaskan data kasus Covid-19 DKI Jakarta per hari ini, Selasa (19/5/2020) diketahui kasus konfirmasi berjumlah 6.053.

Sedangkan 1.936 masih dalam perawatan dan 1.417 telah dinyatakan sembuh.

"487 yang meninggal, dan 2.213 melakukan isolasi mandiri."

"Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) total 7.899. Mereka yang masih dirawat sebesar 7 persen atau 585 dan yang pulang sehat berjumlah 7.314

"Adapun ODP di Jakarta itu jumlahnya 21.743 orang," kata Anies menjelaskan data kasus Covid-19.

Baca: BREAKING NEWS Update Corona Indonesia 19 Mei: 18.496 Positif, 4.467 Sembuh, 1.221 Meninggal

Anies kemudian melanjutkan paparannya terkait hasil pelaksanaan PSBB.

Ia menjelaskan wilayah DKI Jakarta mulai melakukan pembatasan pada pertengahan bulan Maret.

"Kita langsung mengabil langkah menutup sekolah, belajar di rumah, menganjurkan kerja di rumah, menutup semua lokasi hiburan, dan kegiatan umum seperti CFD."

"Hasilnya mulai pertengahan Maret terjadi peningkatan orang yang hanya berada di rumah saja sebesar 60 persen," paparnya.

Angka di atas melonjak signifikan dari awalnya 40 persen sebelum adanya PSBB.

Anies menjelaskan adanya korelasi antara meningkatnya presentasi orang tetap di rumah dengan jumlah pertambahan kasus Covid-19.

"Ketika jumlah yang berada di rumah jumlah meningkat, maka kita bisa prediksi 2 minggu kemudian kasus akan menurun."

"Kalau orang berada di luar, maka kita bisa prediksi 2 minggu kemudian atau 10 hari, kasus akan meningkat jadi makin banyak," kata dia.

Baca: Anggota Komisi IX DPR Nilai Munculnya Tagar Indonesia Terserah Akibat Pemerintah Plin-plan Soal PSBB

Oleh karena itu, Anies menargetkan dalam pelaksanaan PSBB pada 22 Mei sampai 4 Juni 2020 mendatang, presentasi orang yang ada di dalam rumah meningkat dari 60 persen bisa menjadi 70 atau 80 persen.

Sehingga harapannya penambahan kasus bisa ditekan lebih maksimal.

Keberhasilan PSBB juga bisa dilihat dari laporan reproduction number (indeks penularan)

Berdasarkan laporan yang disusun ahli epidemiologi penerapan PSBB berdampak besar terhadap reproduction number.

"Kita saksikan di bulan Maret angka reproduction number 4, artinya 1 orang bisa menularkan pada 4 orang."

"Kita lakukan langkah penutupan sekolah bulan Maret, mulai menurun. Semenjak pertengahan April sampai dengan pertengah Mei hingga sekarang berhasil turun sekitar 1,11," beber Anies.

Sedangkan reproduction number idealnya di bawah 1.

Terakhir, Anies berhadap dengan pelaksanaan PSBB lanjutan akan menurunkan reproduction number.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved