Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Luncurkan Produk Inovasi Anak Negeri untuk Tangani Covid-19 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan 55 produk hasil riset untuk menunjang penanganan penyebaran Covid-19

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas 'Penyederhanaan Prosedur Bansos Tunai dan BLT Dana Desa' yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan 55 produk hasil riset untuk menunjang penanganan penyebaran Covid-19.  Produk inovasi tersebut merupakan hasil karya anak negeri. 

"Hari ini Kita patut berbangga karena dari tangan-tangan anak bangsa, dari tangan tangan kita sendiri kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan," ujar Presiden dalam sambutan peluncuran produk Inovasi secara virtual, Rabu, (20/5/2020). 

Baca: Pria Ini Rela Habiskan Uang Rp 90 Juta Demi Bangun Rumah Mewah untuk Kucing, Lihat Hasilnya

 Presiden memperkenalkan sejumlah hasil inovasi  dalam peluncuran produk yang juga diikuti oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro.

Diantaranya yakni perangkat polimerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19, perangkat rapid test, mobile laboratorium BSL-2, emergency ventilator yang dibuat bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Baca: Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Konsisten soal Pembatasan

"Kemarin saya sudah melihat sendiri ada rapid test yang waktu saya tanya bisa produksi berapa sudah kira-kira 100.000? kalau di produksi sudah langsung jalan, PCR test kit juga sama katanya apakah sudah berproduksi," tuturnya.

Selain itu ada produk immuno modulator, serta  artifisial intelijen untuk deteksi covid, respirator untuk pemurnian (purifying respirator), Robot berbasis sinar Ultraviolet (Autonomous UVC Mobile Robot/AUMR, dan Plasma Konvalenasi. Produk produk tersebut sudah ditinjau dan siap diproduksi massal. 

 "Dari yang saya lihat kemarin saya sangat optimis bahwa hal-hal yang dulunya tidak pernah kita pikirkan dan kita hanya import sekarang ini kita bisa mandiri, karena kita bisa produksinya sendiri dan lebih dari itu kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved