Breaking News:

Virus Corona

Respons Istana Sikapi Banyaknya Pasar yang Dipadati Warga Jelang Idul Fitri

Meskipun ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah pasar dipenuhi warga yang berbelanja menjelang perayaan Idul Fitri.

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian (Tangkap layar channel YouTube KompasTV) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Meskipun ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah pasar dipenuhi warga yang berbelanja menjelang perayaan Idul Fitri.

Terkait hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral mengatakan bahwa Presiden telah memberikan instruksi kepada Pemerintah Daerah untuk memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kan tidak bisa kita hindari jelang lebaran pasti orang berbelanja ke pasar untuk kebutuhan hari raya tapi sekali lagi harus diingat bahwa PSBB kan masih berlaku. Artinya kan protokol kesehatan menggunakan masker jaga jarak ya. Cuci tangan semuanya tetap harus diberlakukan nah pemerintah daerah harus tegas terhadap mereka yang melanggar protokol kesehatan " kata Donny kepada wartawan, Kamis, (21/5/2020).

Baca: Tetangga Kaget Rumah Bos Bordir Digeledah dan Penghuninya Diduga Ditangkap Densus 88

Menurutnya Pemda merupakan pelaksana pemerintah pusat.
Pemerintah daerah yang melakukan penertiban terhadap pelanggaran peraturan pemerintah pusat itu.

"Kan kepala daerah sekaligus gugus tugas daerah. Dia kemudian kalau di provinsi itu ada Kapolda, Pangdam dan lain-lain. nah itu bisa memomibilisasi kekuatan itu untuk melakukan penertiban atau melakukan penegakan hukum kalau dengan kepolisian," katanya.

Baca: Mulai 21 Mei 2020, Rute Baru Bus TransJakarta, Cek Rute dan Jam Operasionalnya

Donny mengatakan, pemerintah pusat memutuskan terdapat 11 sektor yang mendapat pengecualian beroperasi saat penerapan PSBB.

Pemda memiliki diskresi mana yang diperbolehkan beroperasi dari 11 sektor tersebut.

"Nah setiap daerah lain punya diskresi masing masing yang mana sektor yang boleh atau tidak. kalau di luar pengecualian itu dan masih berjalan harus tindak tegas," katanya.

Rekor tertinggi penambahan kasus baru positif Covid-19

Halaman
1234
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved