Breaking News:

Virus Corona

Tiga Indikator Penerapan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Virus Corona 

Pemerintah menyiapkan dasar argumentatif dalam menerapkan kebijakan tersebut, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah

TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky
Pegawai dari Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Riau dengan menggunakan kostum pahlawan super melakukan penyebaran informasi terkait cara pencegahan penyebaran Virus Corona atau Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Pasar Agus Salim Jalan Sudirman Pekanbaru , Kamis (23/4/2020). Selain memberikan pengumuman, terdapat 300 masker kain yang dibagikan kepada warga dan peradagang yang ada di situ, tujuannya agar masyarakat ketika melakukan penjualan dan pembelian dapat menggunakan masker, diharapkan dengan kegiatan tersebut, para warga dan pedagang dapat mematuhi protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah pada masa pandemi Virus Corona atau Covid-19 . TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah tengah merumuskan protokol masyarakat produktif dan aman dari virus corona atau Covid-19.

Pemerintah menyiapkan dasar argumentatif dalam menerapkan kebijakan tersebut, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Baca: Lima Berkas Perkara Korupsi Jiwasraya Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta

Terdapat tiga indikator yang menjadi pertimbangan penerapan protokol tersebut di suatu wilayah.

Pertama tingkat  penyebaran virus corona.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Atau Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa terdapat sebuah metode untuk mengukur tingkat penyebaran virus yang disebut dengan basic reproductive number.

Yaitu, angka yang menunjukkan daya tular sebuah virus, bakteri, atau penyakit. 

"Misalnya campak itu daya tularnya 12 sampai 18. Artinya basic reproductive number atau yang disingkat dengan R0, atau R-nought,  itu campak12-18 dan dia melalui aerosol. Kemudian ada juga misalnya batuk rejan atau perkusis itu 5,5," kata Suharso melalui video conference,  Rabu, (20/5/2020).

"Kemudian kalau kita ingat flu Spanyol pada 100 tahun yang lalu itu 1,4 sampai 2,8. Artinya satu orang itu bisa menularkan sampai 2,3 orang," tutur Suharso.

Selain itu, menurutnya yakni indikator sistem kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved