Mengeluh karena Merasa Tak Dihargai, Tenaga Medis Ini Justru Dicaci Netizen, 'Kan Digaji Negara'

Tenaga medis mengeluh di media sosial merasa perjuangannya tak dihargai masyarakat karena masih berkerumun, malah dicaci netizen. "Ngeluh, kan digaji"

Tribunnews/Herudin
Petugas medis beristirahat di sela-sela pemeriksaan cepat atau rapid test Covid-19 di Terowongan Kendal, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test Covid-19 massal kepada warga yang melintas di kawasan tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM - Covid-19 seolah belum mau angkat kaki dari bumi pertiwi.

Bahkan jumlah pasien poitifnya kini telah menyentuh angka 20 ribu jiwa.

Tentu saja, mewabahnya virus corona di Indonesia membuat tenaga medis dan juga pemerintah bekerja lebih keras dari biasanya.

Banyak tenaga medis yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa sekalipun untu memerangi wabah ini.

Hingga sampai saat ini pun tenaga medis masih harus berjibaku dengan wabah Covid-19.

Bahkan ada yang rela tak pulang ke rumah, tak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga, dan bahkan sampai ada yang tak bisa memeluk buah hatinya selama berbulan-bulan.

Namun, kini banyak tenaga medis yang mulai kecewa dengan perilaku masyarakat yang nampaknya sudah enggan menaati peraturan pemerintah.

Lanjut ke Halaman Berikutnya

 
Editor: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved