Breaking News:

Virus Corona

Dua Bulan Tak Pulang dari RS Wisma Atlet, dr Stefanus Dony: Sudah Tugas Kami, Sudah Disumpah Profesi

Dia harus berjibaku dengan pasien-pasien yang terpapar Covid-19 sejak RS Wisma Atlet Kemayoran diresmikan tanggal 23 Maret silam.

TRIBUN/HO
Petugas medis berfoto bersama dengan ceria saat akan menangani pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Rabu (6/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua bulan sudah Kepala Kesehatan Kodam Jaya (Kakesdam Jaya) Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony tidak berkumpul bersama keluarga di rumah.

Dia harus berjibaku dengan pasien-pasien yang terpapar Covid-19 sejak RS Wisma Atlet Kemayoran diresmikan tanggal 23 Maret silam.

Namun, Dony tak mengeluh meski tetap harus bertugas di garda terdepan dan bertugas di Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Sebagai dokter sudah harus profesional, sudah menjadi tugas kami dan sudah disumpah untuk ngikutin profesi yang kami pilih sendiri. Jadi ya itu sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai dokter," ujar Dony, ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (24/5/2020).

Baca: Pasien di Wisma Atlet Alami Tekanan Psikologis, Cemas Ingin Lebaran di Rumah

Meski rasa rindu kepada keluarga menggelayuti, dia mengungkap hal tersebut dapat diobati dengan cara lain dibandingkan pulang ke rumah.

Apalagi posisinya sebagai koordinator operasional di RS Wisma Atlet Kemayoran membuatnya harus bertanggung jawab secara keseluruhan. Karenanya ia harus terus siaga di lokasi.

"Rasa kangen kita pasti ada, tapi kita bisa mengobati dengan telepon, dengan video call, seperti itu," jelasnya.

Tak berbeda jauh dari Dony, para tenaga medis yang bertugas di RS Wisma Atlet Kemayoran juga tak bisa berkumpul dengan keluarga.

Mereka memiliki tanggung jawab pula memberikan pelayanan kesehatan untuk memulihkan kondisi pasien Covid-19.

Doni memaparkan sebelumnya para tenaga medis memiliki waktu tugas selama dua minggu, sebelum dilanjutkan fase karantina selama dua minggu.

"Kalau sekarang diubah menjadi satu bulan on duty, maka baru 14 hari mereka bisa karantina," kata dia.

Nantinya saat akan bertugas kembali, mereka harus menjalani medical check up. Apabila dikatakan fit, maka mereka akan bisa melanjutkan tugas.

"Mereka yang akan masuk (bertugas) juga ada medical chek up, yang dikatakan fit mereka bisa lanjut, kalau unfit (tidak fit) mereka tidak bisa lanjut. Dan kemudian selesai karantina (apabila pandemi selesai) mereka juga harus medical check up lagi. Kalau mereka benar-benar sehat, mereka bisa pulang," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved