Virus Corona
Sedihnya Dokter di RS Wisma Atlet Ketika Masih Banyak Masyarakat yang Berkeliaran
Sedih aja di luar sana masih banyak yang berkeliaran padahal PSBB. Terus orang naik pesawat masih datang terus
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter umum yang bertugas di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dr. Putro S Muhammad mengaku sedih masih banyak masyarakat yang berkeliaran di tengah pandemi.
"Sedih aja di luar sana masih banyak yang berkeliaran padahal PSBB. Terus orang naik pesawat masih datang terus (ke Jakarta). Itu kan menambah pasien juga kesini," ujar Putro, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/5/2020).
"Ibaratnya kita sudah bersusah payah, tapi di luar sana seperti itu. Jika dibilang aware ya mereka aware, tapi tetap perilakunya tidak berubah, bahkan agak longgar," imbuhnya.
Baca: KRONOLOGI Lengkap Anak Bacok Ibu Kandung yang Lagi Nonton TV, Korban Bilang Goloknya Engga Tajam
Baca: Dortmund vs Bayern Munchen, Duel si Raja Assist Bundesliga, Thomas Muller dan Jadon Sancho
Baca: Sinopsis Film Keluarga Cemara, Tayang di SCTV Selasa 26 Mei 2020 Pukul 19.25 WIB
Koordinator Relawan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut khawatir akan munculnya gelombang kedua penyebaran Covid-19 apabila masyarakat masih terus berkerumun.
Apalagi masyarakat Indonesia menurutnya adalah tipikal masyarakat yang guyub, senang berkumpul dan senang bersilaturahmi. Sehingga praktik new normal belum benar-benar bisa diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
"Kadang kalau nggak salaman kurang afdol. Pastilah di masa-masa ini mereka nggak sadar apa yang mereka sentuh, kemudian mereka sentuh wajahnya," ungkapnya.
Dia menilai semua pihak harus menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran. Pihak yang sudah mawas diri dengan menjaga higienitas masih bisa kena, apalagi yang berkerumun.
Putro juga mengkhawatirkan nantinya baik rumah sakit maupun Wisma Atlet jika tak lagi cukup menampung pasien. Kekhawatirannya juga tertuju kepada tenaga medis di luar ibukota.
"Saya nggak tahu di luar Jakarta ini apakah sudah sesiap di provinsi Jakarta, kaya Wisma Atlet di Jakarta. Kalau diluar apakah ada juga semacam rumah sakit darurat dengan kapasitas sebesar ini," kata dia.
"Dan sebarannya kan nggak cuma di Jakarta, ditempat-tempat lain juga. Mungkin dukanya lebih kepada teman-teman di provinsi lain itu gimana gitu. Mereka kan juga pasti mendapatkan paparan dengan adanya lalu lintas manusia yang belum bisa dibatasi gitu," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasien-bermain-permainan-psikologi-di-wisma-atlet_20200505_224921.jpg)