Breaking News:

Virus Corona

Ahli Paru Paparkan Hal yang Bisa Dilakukan Terkait Pelayanan Kesehatan saat New Normal, Apa Saja?

Reviono memberikan tanggapannya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi virus corona dari sisi pelayanan kesehatan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis mengambil sample darah warga yang melakukan rapid test di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran berupa dana siap pakai untuk insentif bagi tenaga kesehatan sebesar Rp 5,2 triliun dalam rangka penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter spesialis paru yang sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Reviono, memberikan tanggapannya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi virus corona dari sisi pelayanan kesehatan.

Reviono mengatakan, adanya pandemi Covid-19 dan penerapan new normal pelayanan kesehatan bisa mengandalkan kemajuan informasi serta pengendalian infeksi.

Satu di antara yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan kemajuan informasi adalah pelayanan telemedicine.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reviono memberikan penjelasan materi pencegahan virus corona dalam kegiatan UNS Mengajar Indonesia di SMPN 2 Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020).
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Reviono memberikan penjelasan materi pencegahan virus corona dalam kegiatan UNS Mengajar Indonesia di SMPN 2 Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020). (Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)

Sebagai informasi, telemedicine adalah teknologi yang memungkinkan pasien berdiskusi langsung dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Selain itu, bisa juga dengan pemberian alat kepada pasien untuk dibawa pulang sehingga pasien yang bersangkutan bisa memantau kesehatannya sendiri di rumah.

"Kalau di paru itu ada namanya alat spirometer untuk mengukur fungsi paru yang dibawa ke rumah."

"Ataupun mungkin juga dokter ahli jantung itu pasien diberi EKG sederhana di rumah."

Baca: Kemungkinan Kehidupan Normal setelah Pandemi, Ahli Paru: New Normal Ini Menunggu Normal Sebenarnya

Baca: Fakta Terkait New Normal di Indonesia: Definisi, Penerapan, hingga Sejumlah Tokoh Beri Kritikan

"Nanti kalau ada keluhan tinggal dipasang, nanti kan hasilnya bisa dikirim lewat online," ungkapnya.

Menurut dia, dengan beberapa alat yang bisa dibawa ke rumah akan lebih memudahkan pasien dan menjaga dokter agar tak terlalu sering kontak dengan pasien.

Pasien bisa tetap melakukan cek kesehatan di rumah, hasilnya dikirim ke dokter yang bersangkutan, dari situ dokter akan mengarahkan pasien untuk tindakan selanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved