Breaking News:

Virus Corona

Penerapan New Normal Harus Seiring dengan Kebutuhan Anak, Dokter: Pemerintah Jangan Gegabah

Dokter spesialis anak menilai, dalam penerapan tata kehidupan baru atau new normal, pemerintah dinilai harus memperhatikan aspek kebutuhan anak.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga memakaikan masker kepada anaknya saat mengikuti Salat Idul Fitri 1441 H di Masjid Al Istiqomah, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (24/5/2020). 

Ardi menyebut, pemerintah jangan sampai terlalu memaksakan pemberlakuan new normal.

Sebab new normal ini betul-betul harus dipahami oleh masyarakat sepenuhnya.

"Ini masalah mental, masalah budaya, harus jauh-jauh hari dan nggak bisa gegabah," ujar Ardi.

Baca: Perihal New Normal, Maia Estianty: Selama Orangnya Disiplin, Aku Enggak Khawatir

Ardi menyebut, jika penerapan new normal dipaksakan, akan menghasilkan dampak buruk di masyarakat termasuk anak-anak.

"Kalau dipaksakan pasti porak poranda, yang positif akan banyak," ungkapnya.

Menurut Ardi, waktu memulai new normal secara ideal dilakukan jika kasus penyebaran Covid-19 terkendali.

"Kalau kasus masih ada, tiap hari masih ada (tambahan), saya pribadi kalau kita disuruh gegabah untuk memulai ya belum saatnya," ujar Ardi.

"Tapi, karena new normal ini berkaitan dengan budaya baru, saya setuju sekali kalau harus di-sounding dari sekarang," imbuhnya.

Maka dari itu, Ardi menyebut pemerintah sesegera mungkin harus menyosialisasikan protokol kesehatan dalam new normal sesegera mungkin.

"Jadi berbeda kapan kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat dengan kapan memulainya, kalau trennya masih naik saya kira nggak mungkin dilakukan," ungkap Ardi.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved