Breaking News:

Virus Corona

Canggihnya Helmet Thermal KC Wearable TNI AD: Bisa Deteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

helmet thermal KC wearable sangat membantu bagi tenaga medis karena karena lebih cepat dalam mendeteksi suhu tubuh.

Dok. Dinas Penerangan Angkatan Darat
Helmet thermal KC wearable TNI AD. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI AD akan menggunakan helm berteknologi terbaru helmet thermal KC wearable dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus mengatakan helmet thermal KC wearable merupakan inovasi IT canggih untuk mendeteksi suhu tubuh beberapa orang dalam waktu yang sama, lebih cepat dan efektif dibandingkan thermo gun.

“Inovasi ini dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang melalui jarak sampai dengan 10 meter. Selain itu dapat memeriksa suhu tubuh orang yang lebih banyak dan tentunya waktunya akan lebih cepat dan efektif. Selama ini kita hanya menggunakan thermo gun, sehingga lebih cepat dan efektif. Tentunya juga dapat mereduksi resiko petugas pemeriksa akibat kontak dekat jika menggunakan thermo gun,” kata Nefra dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat pada Sabtu (30/5/2020).

Nefra mengatakan di Mabes AD telah dilakukan sosialiasi sekaligus pelatihan penggunaannya.

"Selain itu untuk mendeteksi dan menyeleksi orang yang masuk ke fasilitas TNI AD, termasuk rumah sakit, ini juga menegaskan komitmen TNI AD dalam memutus dan mencegah penyebaran pandemi COVID-19,” kata Nefra.

Peserta pelatihan dari kesehatan Sekolah Calon Perwira AD di Bandung Letda Ckm (K) dr Eva menyampaikan kehadiran helmet thermal KC wearable sangat membantu bagi tenaga medis karena karena lebih cepat dalam mendeteksi suhu tubuh.

Eva mengatakan selama ini untuk mengecek suhu tubuh, kita lakukan satu per satu dan dengan jarak yang dekat.

Namun menurutnya dengan alat ini kita dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang lebih cepat, dan dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa harus mendekati orang tersebut.

“Tentunya sangat membantu tim medis, karena dapat mendeteksi secara dini dari orang-orang yang terinfeksi COVID-19, sehingga dapat mengurangi dampak penyebaran pandemi ini,” kata Eva.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved