Breaking News:

Virus Corona

Update Harian Kasus Virus Corona di Jakarta: Positif Bertambah 98 Kasus, ODP Tambah 1.400 Orang

sebanyak 1.848 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.783 orang melakukan self isolation

WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PKL MULAI BERJUALAN - Banyaknya orang mulai beraktifitas di luar rumah membuat para pedagang makanan mengelar dagangannya di trotoar Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2020). Selama PSBB mereka tidak bisa mengelar dagannya. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada 7.153 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta per 30 Mei 2020.

Artinya, ada 98 kasus baru covid-19.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 109 kasus, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik cukup signifikan dengan 1.400 kasus tambahan.

Data ini dihimpun Tribunnews.com dalam situs corona.jakarta.go.id, per pukul 21.07 WIB.

Baca: Nenek 100 Tahun Sembuh dari Covid-19 di Surabaya, Khofifah Sebut Vaksin Paling Ampuh

Baca: Riset LSI Denny JA: 158 Wilayah Siap Jalani New Normal Per 5 Juni, Berikut Daftarnya

PKL MULAI BERJUALAN - Banyaknya orang  mulai beraktifitas di luar rumah membuat para pedagang makanan mengelar dagangannya di trotoar Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2020). Selama PSBB mereka tidak bisa mengelar dagannya. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PKL MULAI BERJUALAN - Banyaknya orang mulai beraktifitas di luar rumah membuat para pedagang makanan mengelar dagangannya di trotoar Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2020). Selama PSBB mereka tidak bisa mengelar dagannya. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Adapun Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan rincian 7.153 konfirmasi kasus positif yakni 2.003 orang dinyatakan sembuh, 519 meninggal dunia.

Sebanyak 1.848 pasien masih dirawat di rumah sakit, dan 2.783 orang menjalani isolasi mandiri di rumah. Masih ada 2.723 orang yang menunggu hasil tes laboratorium.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, sebanyak 1.848 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.783 orang melakukan self isolation di rumah," kata Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Untuk jumlah total pasien ODP sebanyak 14.924 orang, dan PDP 10.068 orang. Sedangkan orang tanpa gejala terdapat 18.371 orang.

Secara kumulatif, hingga 29 Mei 2020, Pemprov DKI telah memeriksa PCR sebanyak 146.007 sampel.

Pemprov DKI juga sampai sekarang terus melakukan rapid test covid-19, dengan persentase positif sebesar empat persen. Dari 141.682 orang yang di tes, 136.007 dinyatakan non reaktif, sedangkan 5,675 orang dinyatakan reaktif covid-19.

Baca: Nenek 100 Tahun Sembuh dari Covid-19 di Surabaya, Khofifah Sebut Vaksin Paling Ampuh

Baca: Riset LSI Denny JA: 158 Wilayah Siap Jalani New Normal Per 5 Juni, Berikut Daftarnya

Pengendara sepeda motor naik trotoar menembus Jalan Otto Iskandardinata yang ditutup dalam rangka penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di kawasan Tegallega, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). Penerapan PSBB di Kota Bandung akan berakhir pada Jumat, 29 Mei 2020. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengendara sepeda motor naik trotoar menembus Jalan Otto Iskandardinata yang ditutup dalam rangka penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di kawasan Tegallega, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). Penerapan PSBB di Kota Bandung akan berakhir pada Jumat, 29 Mei 2020. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Bagi pasien yang dinyatakan reaktif, akan dilanjutkan pada pemeriksaan swab PCR. Jika kembali dinyatakan positif, pasien dirujuk ke Wisma Atlet, RS rujukan atau bahkan mengisolasi mandiri di rumah.

Widyastuti tetap mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan protokol kesehatan dengan rajin cuci tangan, memakai masker, serta menjaga jarak fisik.

"Bagi masyarakat, kami imbau untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antar orang minimal 1,5 - 2 meter, dan menjaga diri untuk tetap beraktivitas di rumah," katanya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved