Breaking News:

Virus Corona

Satgas Lawan Covid-19: Vaksin Baru Ada 2021-2022, Masyarakat Tidak Bisa Terus Berdiam di Rumah

keberhasilan fase new normal yakni masyarakat dapat beraktivitas dan aman dari Covid-19, sangat bergantung pada disiplin tidaknya masyarakat

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas PMI Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Penyemprotan di fasilitas umum tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta terkait penerapan tatanan normal baru (new normal). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan fase new normal di sejumlah daerah dalam waktu dekat.

Terkait rencana itu, anggota Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Andre Rosiade mengatakan bahwa fase new normal tidak bisa dihindari dalam langkah menghadapi penyebaran virus corona.

Menurutnya,  masyarakat tidak bisa terus-terusan berada di dalam rumah selama masa Pandemi Covid-19. 

"(New normal) tidak bisa dihindari, vaksin diprediksi baru ada 2021 atau 2022, jadi masyarakat tidak bisa berdiam diri terus," ujarnya saat dihubungi, Minggu, (31/5/2020). 

Baca: Riset LSI Denny JA: 158 Wilayah Siap Jalani New Normal Per 5 Juni, Berikut Daftarnya

Baca: Tri Rismaharini Beberkan Hasil Rapid Test Massal di Surabaya Hari Ini: Dari 500 Sampel, 127 Reaktif

Petugas PMI Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Penyemprotan di fasilitas umum tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta terkait penerapan tatanan normal baru (new normal). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas PMI Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Penyemprotan di fasilitas umum tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta terkait penerapan tatanan normal baru (new normal). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dia menyebut, setelah Satgas Lawan Covid-19 berkeliling dan mendengarkan pemaparan sejumlah kementerian dan lembaga, menurutnya, fase New Normal harus diterapkan.

Namun, penerapan dilakukan secara tepat dan terukur. Misalnya diterapkan di daerah yang angka reproduksi Covid-19 (R0/R-nought) rendah. 

"Kita tidak mungkin diam terus di rumah kan sampai vaksin ditemukan. Kita harus beradaptsi, nah salah satunya dengan fase new normal itu," katanya.

Ia mengatakan keberhasilan fase new normal yakni masyarakat dapat beraktivitas dan aman dari Covid-19, sangat bergantung pada disiplin tidaknya masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Karena itu, ia setuju dengan keputusan pemerintah melibatkan TNI dan Polri mengawasi berjalannya protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan menjadi syarat mutlak,  jangan sampai new normal tidak dibarengi  dengan protokol kesehatan. Nantinya keluar rumah pakai masker sudah menjadi budaya baru, tanpa itu, new normal akan memicu gelombang ke dua pandemi. New normal bisa berjalan kalau kita konsisten, namun itu perlu proses, saya rasa tindakan presiden libatkan TNI Polri sudah tepat," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved