Breaking News:

Virus Corona

Dokter Top di Italia Sebut Virus Corona Telah Kehilangan Potensinya dan Melemah

Seorang dokter top di Italia, Alberto Zangrillo menyebut virus corona telah kehilangan potensinya dan jauh lebih tidak mematikan dari sebelumnya.

AFP/ANDREW MILLIGAN
Seorang teknisi laboratorium yang mengenakan APD lengkap (alat pelindung diri) bekerja di fasilitas Lighthouse Lab yang baru yang didedikasikan untuk menguji coronavirus COVID-19 yang baru, di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow. Rabu (22 April 2020). Laboratorium adalah bagian dari jaringan fasilitas pengujian diagnostik, bersama dengan situs Lab Lighthouse lainnya di Milton Keynes dan Cheshire, yang akan menguji sampel dari pusat tes regional di sekitar Inggris di mana staf NHS dan pekerja garis depan dengan dugaan infeksi Covid-19 telah melakukan penyeka diambil untuk pengujian. (AFP/POOL/Andrew Milligan) 

TRIBUNNEWS.COM - Virus corona dari hari ke hari semakin menunjukkan eksistensinya.

Bagaimana tidak, setiap harinya virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi puluhan ribu orang di seluruh dunia dan menyebakan ratusan lainnya meninggal dunia.

Namun, seorang dokter di Italia telah memaparkan hal yang tak terduga tentang virus corona ini.

Dikutip dari Reuters, Kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Italia, Alberto Zangrillo menyebutkan virus corona telah kehilangan potensinya.

Baca: Ini Tempat Paling Berisiko Penularan Virus Corona saat Jalani Aktivitas New Normal

Baca: Daftar Sebaran Virus Corona di Indonesia Senin (1/6/2020): 329 Pasien Sembuh, 190 dari DKI Jakarta

Bahkan, Zangrillo mengatakan jika virus corona saat ini jauh lebih tidak mematikan dari 2 bulan sebelumnya.

"Pada kenyataannya, virus secara klinis tidak ada lagi di Italia," ujar Zangrillo pada Minggu (31/5/2020) kemarin.

"Swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-benar sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu," lanjutnya kepada televisi RAI.

Italia menjadi negara ketiga dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19, dengan 33.415 orang meninggal dunia sejak virus corona terungkap pada 21 Februari.

Baca: Kemendikbud: Virus Corona dan Bonus Demografi Jadi Tantangan Besar untuk Dunia Pendidikan

Baca: Bayi Usia 6 Hari di NTB Positif Virus Corona, Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Negeri Pizza itu juga menjadi negara tertinggi keenam dengan kasus Covid-19 yang mencapai 232.997 per Senin (1/6/2020) hari ini.

Namun, jumlah infeksi baru dan kematian akibat virus corona telah menurun secara mantap di bulan Mei lalu.

Halaman
12
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved