Breaking News:

Virus Corona

Soal SE 15/2020, PBNU Nilai Penggunaan Masker Tak Membatalkan Salat

Dalam SE tersebut, diatur soal kegiatan di rumah ibadah, baik untuk masyarakat maupun pihak rumah ibadah.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jamaah melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi, Jumat (29/5/2020). Pemeritah Kota Bekasi mengizinkan sejumlah masjid di zona hijau untuk melaksanakan kegiatan ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi soal aturan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah menuju new normal yang dikeluarkan Kementerian Agama lewat Surat Edaran (SE) nomor 15 tahun 2020.

Dalam SE tersebut, diatur soal kegiatan di rumah ibadah, baik untuk masyarakat maupun pihak rumah ibadah.

Salah satunya yakni soal penggunaan masker di area rumah ibadah seperti masjid atau musala, serta rumah ibadah yang harus menyediakan sarana cuci tangan atau handsanitizer.

Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud menyebut hal tersebut tidak masalah jika diatur dalam pelaksanaan ibadah di masjid dan musala.

Baca: Ibadah Haji Dibatalkan, Politikus PKS: Ini Keputusan Paling Aneh Dalam Sejarah, Ada yang Menekan

"Itu (penggunaan masker) kan tidak membatalkan salat juga," kata Marsudi kepada Tribunnews, Selasa (2/6/2020).

Hal tersebut seperti diketahui sesuai dengan Surat Edaran Lembaga Ta'mir Masjid (LTM) PBNU yang juga berisi panduan pelaksanaan ibadah di masjid dan musala dalam kaitannya new normal.

Penggunaan masker diketahui ada dalam poin ke empat di Sub Persiapan Jamaah Dari Rumah.

Soal penyertaan handsanitizer, pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah tersebut mengusulkan hal lain. Seperti diketahui, handsanitizer mengandung alkohol dan kerap dilekatkan sebagai sesuatu yang harap untuk umat islam.

"Kalau saya malah menyampaikannya bahwa jemaah wudu itu di rumah. Jadi persiapannya sudah dari rumah, dan itu tidak merepotkan banyak orang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Agama menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Aturan tercantum dalam Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah lbadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Dalam SE disebutkan, aturan terbit sebagai respons atas keinginan masyarakat kembali berkegiatan di rumah ibadah. Tentunya dengan menaati protokol kesehatan untuk menekan risiko tertular dan menekan jumlah kasus Covid-19 di masyarakat.

Rumah ibadah selanjutnya menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran infeksi virus corona.

"Panduan ini mengatur kegiatan keagamaan inti dan sosial di rumah ibadah berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19. Bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah. Meskipun berstatus zona Kuning namun bila di lingkungan rumah ibadah terdapat kasus penularan COVID-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif," demikian tertulis dalam surat edaran tersebut pada Sabtu (30/5/2020).

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved