Breaking News:

Virus Corona

Cerita Ganjar Pranowo Keliling Naik Sepeda dan Bubarkan Kerumunan Warga

Ganjar menjelaskan alasannya membubarkan kerumunan masyarakat. Yakni untuk menunjukkan efek-efek kejut

Lusius Genik/Trbunnews.com
Ganjar Pranowo saat seminar daring Indonesian Public Institute (IPI) bertajuk "Era New Normal: Indonesia Optimistis Versus Indonesia Terserah", Kamis (4/6/2020) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku pernah membubarkan kerumunan warga yang kedapatan tak mengenakan masker.

Mereka adalah para pembeli dan pedagang kaki lima yang ditemui Ganjar ketika bulan Ramadan.

Cerita ini dibagikan Ganjar ketika Ganjar saat seminar daring Indonesian Public Institute (IPI) bertajuk "Era New Normal: Indonesia Optimistis Versus Indonesia Terserah", Kamis (4/6/2020).

Mulanya Ganjar bercerita, dirinya kala itu sedang berkeliling naik sepeda.

Di tengah perjalanan, Ganjar melihat kerumunan masyarakat yang sedang membeli makanan di sebuah warung kaki lima.

"Pernah saya sedang sepedaan, ada kerumunan pas bulan Ramadan kemarin. Saya berhenti dan liat mereka ga pakai masker."

Baca: Demo Anarkhis di Brooklyn, Dua Polisi Tertembak, Satu ditusuk

Baca: Terus Dirayu, Mahkota Sang Gadis di Surabaya Ini Akhirnya Terenggut Oleh Bujang Tua

Baca: Aulia Kesuma Dituntut Hukuman Mati Atas Pembunuhan Suaminya, Berikut Fakta-faktanya

Baca: Ibadah Digelar 2 Gelombang, Anies Direncanakan Jumatan di Masjid Fatahillah Balai Kota Siang Nanti

"Saya tanyain, maskernya mana, dijawab di rumah pak. Saya suruh pulang dulu ambil. Kemudian dia ambil, tapi saya sebenarnya sudah siapkan masker. Akhirnya saya kasih pilihan. Anda mau pulang dan berhenti dagang atau saya kasih masker?," Kata Ganjar bercerita, Kamis (4/6/2020).

Ganjar menjelaskan alasannya membubarkan kerumunan masyarakat. Yakni untuk menunjukkan efek-efek kejut pada warganya sekaligus memberikan edukasi.

"Di kerumunan yang saya temui saya bubarkan. Saya suruh mereka mikir, jadi ini efek-efek kejut yang sebenarnya mau kita tunjukkan pada mereka," jelas Ganjar.

"Bukan saya mau bikin malu orang, bukan itu. Tapi karena tingkat kengeyelannya tinggi, kita shot kegiatan seperti ini agar nanti cerita ini dilihat banyak orang," sambung Ganjar.

Menurut keterangan Ganjar, kegiatannya memberikan efek-efek kejut kepada masyarakat ini selalu dibagikan di media sosial miliknya.

"Itu kenapa setiap saya melakukan, saya upload di sosial media saya. Ini bagian dari edukasi tadi," ujar Ganjar.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved