Breaking News:

Virus Corona

APPSI: Banyak Klaster Covid-19 Ditemukan di Pasar, Tapi Perhatian Pemerintah Kecil

Menurut dia, dari 140 pasar yang ada di DKI Jakarta, hanya 10 sampai 20 pasar saja yang disemprot desinfektan

TRIBUN JABAR/ZELPHI
Warga melakukan transaksi dengan salah satu pedagang yang menggelar dagangannya di trotoar Pasar Antri Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi, Sabtu (30/05/2020). Pemerintah Kota Cimahi resmi menutup sementara operasional Pasar Antri karena teridentifikasi menjadi kluster baru penularan virus corona (covid-19). Penutupan pasar Antri ini dilakukan mulai Minggu (24/05/2020) hingga dua pekan kedepan. Sebelumnya ada dua orang pedagang dinyatakan positif corona berdasarkan dua lokasi pemeriksaan berbeda. (Tribun Jabar/Zelphi) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono mengatakan perhatian pemerintah kepada pasar dalam penanggulangan virus corona atau Covid-19 sangatlah kecil.

Menurutnya, tidak ada sosialisasi masif ke pasar dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Baca: Kasus Gajah Bunting Mati Berdiri Seusai Makan Nanas yang Diisi Petasan, 3 Tersangka Diburu Aparat

"Harusnya ada sosialiasi ke pasar, ada terjadi pada saat awal-awal aja kira-kira bulan Maret awal, ada tuh perhatian ada pemyemprotan di beberapa titik," ujar Ferry dalam diskusi MNC Trijaya, Sabtu, (6/6/2020).

Menurut dia, dari 140 pasar yang ada di DKI Jakarta, hanya 10 sampai 20 pasar saja yang disemprot desinfektan. 

Sementara sisanya tidak ada sama sekali dan hanya mengandalkan peralatan seadanya. 

"Di daerah-daerah yang lain juga sama, jadi kita ini sebenernya sedih juga disatu sisi punya kewajiban untuk tetap buka pasar ini, tetapi disisi yang lain kita gak dilengkapi dengan alat yang memadai," katanya.

Begitu pula menjelang penerapan new normal.

Penyuluhan kepada pedagang pasar untuk menerapkan protokol kesehatan, masih wacana.

Padahal tiga minggu lalu menurut Ferry, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo, Menteri Perdagangan Agus Suparman, dan sejumlah pemerintah kabupaten sepakat untuk turun bersama ke pasar pasar mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan.  

"Tapi sampai hari ini gak ada. Nah protokol kesehatan yang ada hanya berupa surat edaran dari menteri perdagangan dan itu kita sudah teruskan ke pasar-pasar," tuturnya.

Padahal, menurut politikus Gerindra itu, pasar merupakan tempat yang harus menjadi perhatian.

Baca: Arief Poyuono: Perjuangan Jadikan Prabowo sebagai Presiden dari Gerindra Terus Jalan

Beberapa kasus positif Covid-19 di Jawa Timur di temukan di Pasar.

"Kalau dari sekarang data yang ada di pasar-pasar ini menunjukan gejala, jadi tambah banyak korban yang positif virus corona di seluruh Indonesia, kemarin saya dapat masukan dari pak Emil Dardak itu di Jatim-Surabaya Raya, banyak klaster-klaster baru di pasar-pasar," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved