Breaking News:

Virus Corona

Politikus PKS: New Normal Tidak Bisa Dimaknai Kebebasan Beraktivitas Seperti Sebelum Pandemi Terjadi

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk merencanakan secara matang sebelum menerapkan new normal.

Ist
Netty 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PKS Netty Prasetiyani mengingatkan bahwa new normal tidak bisa dimaknai sebagai kebebasan kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Sebab, pandemi virus Corona ini masih ada dan masih ada risiko penularan.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk merencanakan secara matang sebelum menerapkan new normal.

"Gunakan pendekatan saintifik dalam membuat kebijakan, jangan pakai perasaan. Pemerintah daerah juga harus melibatkan akademisi dan ahli jangan sekedar ikut kebijakan," kata Netty kepada wartawan, Senin (8/6/2020).

Baca: Ada Kasus Bayi Covid-19 di Dapilnya, PKS: Pemerintah Jangan Sembarangan Wacanakan New Normal

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI ini mengingatkan pemerintah pemerintah tidak boleh serampangan dan sembarangan mewacanakan new normal.

Pemerintah diminta menyiapkan perencanaan dan pentahapan yang terukur baik kuantitatif maupun kualitatif.

"Perencanaan dan pentahapan ini harus clear dan jelas dari pusat sampai daerah, terutama daerah yang masih menghadapi covid-19. Jangan sampai alih-alih new normal, justru kita menuai badai," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved