Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona di Surabaya dan Jabodetabek Memiliki Perbedaan Jenis 

sekitar 11 jenis dari 13 virus yang dikirimkan dari Indonesia masuk kategori others atau lain-lain dari enam jenis virus yang telah didefinisikan oleh

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona covid-19 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan jenis virus Covid-19 yang menyebar di Surabaya, Jawa Timur dengan di Jabodetabek memiliki perbedaan.

Hal tersebut diketahui setelah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan whole genome secuencing virus corona dari Surabaya dan Jabotabek ke bank data virus influenza, GISAID.

"13 yang sudah di-update, tujuh dari Eijkman, enam dari Unair. Itu tujuh dari Jabodetabek, enam dari Surabaya yang sekarang menjadi salah satu episentrum. Jenis virus tersebut kita submit kepada yang namanya GSAID," ujar Bambang dalam diskusi yang disiarkan channel Youtube Kemenristek/BRIN, Selasa (9/6/2020).

Baca: Capai Rekor Tertinggi, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Hari Ini Bertambah 1.043 Orang

Bambang mengungkapkan sekitar 11 jenis dari 13 virus yang dikirimkan dari Indonesia masuk kategori others atau lain-lain dari enam jenis virus yang telah didefinisikan oleh GSAID.

Sementara dua lainnya masuk dalam kategori Eropa. Virus yang masuk kategori Eropa tersebut merupakan sampel yang dikirimkan dari Surabaya.

"Dua itu kategorinya Eropa, datangnya dari Surabaya. Artinya ada sedikit perbedaan antara virus sedang berkembang di Surabaya dengan yang di Jabodetabek," ungkap Bambang.

Perbedaan jenis virus ini, menurut Bambang mempengaruhi riset yang dilakukan pemerintah dalam menemukan vaksin Covid-19.

Bambang mengatakan pihaknya akan memperbanyak proses identifikasi terhadap vaksin yang berkembang tersebut. Sehingga vaksin yang dikembangkan cocok dengan jenis virus corona yang ada di Indonesia.

"Semakin tepat kita mengidentifikasi jenis virus yang ada di Indonesia. Kita harapkan vaksin yang dikembangkan di Indonesia itu juga semakin ampuh," pungkas Bambang.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved