Virus Corona
60 Persen Masjid di DKI Gelar Salat Jumat Pekan Lalu, JPRMI Nilai Ada Hal Mengkhawatirkan
pelaksanaan salat jumat pekan lalu cukup mengkhawatirkan. Sebuah masjid yang tak disebutkan namanya justru menciptakan kerumunan.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) DKI Jakarta mencatat sekitar 60 persen masjid di ibu kota menggelar ibadah salat Jumat pada minggu lalu.
"Kemudian sisanya kurang lebih sekitar 25 persen tidak melaksanakan (salat jumat)," kata Ketua JPRMI DKI Jakarta Henda Yusamtha dalam siaran BNPB, Kamis (11/6/2020).
Masjid-masjid yang tak melaksanakan salat jumat pekan lalu, dikatakan Henda, karena berbagai faktor, antara lain ketidaksiapan terkait informasi yang mendadak dari Pemprov DKI, hingga alasan keamanan, seperti belum adanya thermo gun untuk mengukur suhu tubuh jemaah.
"Contoh di mana muhajirin Pondok Kopi mereka khawatir di zona merah, daerah keramaian dan jalan raya sehingga mereka DKM dan pengurus memutuskan tidak melaksanakan dulu," lanjut Henda.
Baca: Persiapan Istiqlal Gelar Salat Jemaah, Abu: Kalau Ada Apa-apa Gaungnya Tembus Internasional
Henda menilai pelaksanaan salat jumat pekan lalu cukup mengkhawatirkan. Sebuah masjid yang tak disebutkan namanya justru menciptakan kerumunan.
"Terjadi di satu masjid itu mengantre panjang karena alatnya cuma satu thermo gun, sehingga yang terjadi kerumunan di pintu masuk. Waktu kita lihat fotonya, ini malah ada kerumunan," ujarnya.
Tak hanya itu, JPRMi juga mencatat adanya penolakan kepada para jemaah yang ingin salat jumat sebab kapasitas masjid tersebut sudah penuh.
"Ini yang akan kita jadikan bahan evaluasi dan diskusikan untuk ke depannya," pungkas Henda.