Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Mengacu Survei Kompas, KPU RI Optimistis Partisipasi Pemilih Tinggi di Pilkada 2020

Pramono Ubaid Thantowi, optimistis partisipasi pemilih tinggi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 meskipun pesta demokrasi rakyat itu di gelar

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Komisioner KPU RI Pramono Ubaid di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Thantowi, optimistis partisipasi pemilih tinggi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 meskipun pesta demokrasi rakyat itu di gelar pada saat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Dia optimistis partisipasi pemilih tinggi karena membaca hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas.

Di survei itu, lebih dari setengah responden mengaku bersedia menggunakan hak pilih walaupun di tengah pandemi.

Baca: Cegah Covid-19, Bawaslu Minta Perlindungan Kesehatan Bagi Penyelenggara Pilkada 2020

"Tanggal 8 Juni, Litbang Kompas (menggelar survei,-red) apakah anda bersedia datang ke TPS jika pilkada di tengah pandemi. Ada 64,8 persen menjawab iya. Yang tidak bersedia seingat saya 28 persen. 7 Persen tidak tahu," kata Pramono, pada saat sesi diskusi Pilkada di Era New Normal: Hambatan, Peluang, dan Tantangan", Sabtu (13/6/2020).

Jika membaca hasil survei itu, kata dia, cukup menggembirakan. Hal ini, karena survei itu dilakukan sebelum pihaknya menetapkan pasangan calon kepala daerah dan pasangan calon kepala daerah itu belum melakukan kampanye dan memobilisasi calon pemilih.

"Tetapi angka cukup tinggi. Kesadaran di tengah pandemi untuk menggunakan hak pilih cukup tinggi," ujarnya.

Angka 64,8 persen itu diprediksi akan meningkat, seiring dimulainya Pilkada 2020 yang memulai tahapan lanjutan pasca penundaan akibat pandemi Covid-19 pada 15 Juni 2020.

"Saya optimis melihat angka. Tinggal melakukan sosialisasi dan pasangan calon serta tim kampanye membolisasi pemilih. Ada waktu enam bulan sosialiasi dan tentu akan dimanfaatkan paslon dan tim kampnaye untuk kampenye," ujarnya.

Melihat penyelenggaraan Pilkada sebelumnya mulai dari tahun 2015, maka angka partisipasi pemilih berada di margin 64-74 persen. Sekitar 69 persen (2015), 74 persen (2017), dan 73,24 persen (2018).

"Margin tidak terlalu banyak dengan eksisting hasil Litbang Kompas," tambahnya.

Untuk diketahui, KPU RI akan memulai tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 15 Juni 2020.

Hal ini sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 yang diundangkan pada 12 Juni 2020.

KPU melakukan perubahan jadwal tahapan verifikasi faktual pasangan calon perseorangan yang awalnya dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 18 Juni 2020, namun diundur menjadi 24 Juni 2020.

Selain pengunduran jadwal tahapan verifikasi faktual pasangan calon perseorangan, KPU juga akan mengundurkan jadwal penyerahan data pemilih tambahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU yang semula tanggal 15 Juni 2020 menjadi 18 Juni 2020.

Sementara, pemungutan suara serentak di 270 daerah akan digelar pada 9 Desember 2020. Waktu tersebut bergeser dari jadwal semula 23 September 2020 karena penundaan tahapan pilkada pada Maret lalu akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved