Breaking News:

Virus Corona

Masih Ada Pelanggar Protokol Kesehatan, Moeldoko: Kita Tidak Ingin Law Enforcement tapi Kesadaran

Moeldoko mengatakan bahwa saat ini masih ada yang melanggar kebijakan penerapan protokol kesehatan.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat melayat ke kediaman Pramono di Puri Cikeas Indah nomor 8, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa saat ini masih ada yang melanggar kebijakan penerapan protokol kesehatan.

Terkait hal tersebut, Pemerintah tidak mau mengedepankan penegakkan hukum, melainkan terus berupaya menyadarkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan.

"Memang ada yang nyoba (melanggar), ada yang serius melanggar. Sesungguhnya kita tidak ingin law enforcement, tapi kesadaran," kata Moeldoko dalam diskusi bersama dream, Senin, (15/6/2020).

Baca: Kemenkes Siapkan Protokol Kesehatan dan Pendampingan Terkait Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Corona

Karena menurut Mantan Panglima TNI itu, bila pemerintah mengedepankan penegakkan hukum maka masyarakat hanya akan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan ketika ada petugas saja. 

"Kita inginnya mereka benar benar memiliki kesadaran diri  dan memiliki tanggung jawab sosial. Kesadaran diri dalam arti dia takut kena (Covod-19) dirinya sendiri. Tanggung jawab soal misalnya, kalau saya tidak jalankan protokol kesehatan saya takut tulari orang lain.  Itu yang diharapkan pemerintah," katanya. 

Baca: Protokol Kesehatan Bagi Pemanjat Tebing di Era New Normal, Basuh Peralatan dengan Disinfektan

Adapun menurut Moeldoko pemerintah menerjunkan aparat di sejumlah daerah seperti misalnya di Surabaya, untuk membantu meningkatkan kesadaran diri masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan bukan penegakan hukum.

"Walaupun daerah-daerah seperti Surabaya banyak tentara diturunkan untuk memberikan penyadaran tapi kedepannya untuk jangka panjang tidak perlu," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved