Breaking News:

Virus Corona

Di Depan Jokowi, Ahli Epidemiologi Sebut Covid-19 di Indonesia Tidak Memburuk meski Kasus Baru Naik

Hal itu disampaikan Dewi saat menjelaskan data-data Covid-19 dalam aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 di Istana yang disiarkan secara live di KompasTV

Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, (14/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ahli Epidemiologi, Dewi Nur Aisyah menyebut kondisi laju penularan virus Corona atau Covid-19 di Indonesia tidak dalam kondisi buruk, meski jumlah kasus harian bertambah setiap harinya. 

Hal itu disampaikan Dewi saat menjelaskan data-data Covid-19 dalam aplikasi Bersatu Lawan Covid-19, di Istana yang disiarkan secara live di KompasTV, Rabu (24/6/2020). 

Dewi memaparkan data-data Covid-19 tersebut di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggelar konferensi pers. 

Ahli epidemiologi Dewi Aisyah memaparkan tentang data Covid-19 di hadapan Presiden Jokowi, Rabu (24/6/2020)
Ahli epidemiologi Dewi Aisyah memaparkan tentang data Covid-19 di hadapan Presiden Jokowi, Rabu (24/6/2020) (Tangkap layar KompasTV)

Dalam penjelasannya, Dewi menyampaikan, berdasarkan data yang ada, pada pertengahan Mei yakni tanggal 11-17 Mei, terdapat 26 ribu orang yang diperiksa terkait Covid-19. 

Dari pemeriksaan itu, sebanyak 13 persen positif Covid. 

Baca: Sekeluarga di Bengkulu Positif Corona: Orang Tua Meninggal, sang Anak Isolasi Mandiri di Rumah Duka

Kemudian, data terakhir yakni pada 21 Juni, jumlah orang yang diperiksa terkait Covid-19 naik drastis menjadi 53 ribu orang. 

Dari 53 ribu orang yang diperiksa itu, ternyata jumlah pasien positif sebanyak 14 persen. 

Hal itu berarti, kata Dewi, rata-rata jumlah pasien positif atau positif rate-nya masih sama meski jumlah pemeriksaannya lebih besar. 

"Semua orang kadang bingung, kenapa kita angkanya harian bertambah besar? Begini, per pekan kemarin sampai dengan tanggal 21 Juni, dalam satu minggu kita melakukan pemeriksaan 53 ribu orang diperiksa. Dari 26 ribu (orang yang diperiksa) pada pertengaan Mei naik menjadi 53 ribu. Tapi kita lihat positif rate-nya, dari 13 persen menjadi 14 persen," terang dia. 

Perbandingan data itu, menurut Dewi, menunjukkan laju penyebaran virus Corona di Indonesia tidak memburuk. 

Halaman
12
Penulis: Daryono
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved