Breaking News:

Virus Corona

Doni Monardo Sebut Disiplin sebagai Kunci Terbebas dari Covid-19: Ini Harus Jadi Budaya Nasional

Doni Monardo mengungkap kunci agar masyarakat terbebas dan tak terpapar virus corona.

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengungkap kunci agar masyarakat terbebas dan tak terpapar virus corona.

"Kuncinya ada tiga: pertama disiplin, kedua adalah disiplin, dan ketiga juga disiplin," kata Doni dalam siaran di Femina Magazine, Rabu (24/6/2020).

Sebagai sosok jenderal bintang tiga di militer, Kepala BNPB itu paham betul bagaimana institusi yang melekat padanya identik dengan disiplin. Inilah yang mau dia berikan pemahaman kepada masyarakat.

"Penting bahwa masalah disiplin bukan hanya budaya militer dalam menghadapi Covid-19, tetapi juga harus jadi budaya nasional kita," tambahnya.

Baca: Doni Monardo: Ingatkan Masyarakat Untuk Taat Protokol Kesehatan Adalah Ibadah

Sementara itu, untuk mengadopsi disiplin kepada masyarakat luas, Doni menyebut memang perlu kesabaran.

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, aktivitas di luar rumah sudah terjadi dan hiruk pikuk di beberapa tempat publik sudah tampak.

"Sikap atau perasaan kita yang tidak nyaman dengan situasi seperti itu, tapi kita tidak mungkin menjadi emosi, karena emosi itu juga tampaknya kurang berhasil. Inilah pentingnya upaya komponen warga masyarakat dalam menerima pesan," katanya.

Pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat, dikatakan Doni, harus berterima di masyarakat. Salah satunya adalah meminimalkan istilah asing dalam kaitannya penanganan Covid-19.

"Kalau toh penggunaannya dilakukan, itu hanya untuk kalangan tertentu saja. Untuk masyarakat, sebaiknya menggunakan bahasa lokal agar bisa dipahami, juga penyampai pesannya dilakukan oleh orang-orang yang tepat di daerah; tokoh masyarakat, tokoh agaman, tokoh budaya, juga anak-anak muda milenial," kata Doni.

"Jadi kita bisa melihat karakterisitik daerahnya seperti apa, sehingga pesan utamanya bisa disampaikan. Masyarakat masih ada yang belum pakai masker, masih berani keluar, menganggap bahwa Covid-19 adalah ancaman yang kurang begitu bahaya, padahal Covid-19 ini menimbulkan korban jiwa hampir 500 juta orang di seluruh dunia," pungkasnya.
 

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved