Breaking News:

Virus Corona

Gubernur Gorontalo Pelopori Pembuatan Hand Sanitizer Berkomposisi Alkohol dari Miras

karena mendesaknya kebutuhan akibat Covid-19, ditingkatkan kadar alkoholnya untuk produksi handsanitizer sebesar 70 persen

ISTIMEWA
ILUSTRASI: Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml dipasarkan Rp 80 ribu per botol. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mempelopori pembuatan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan saat beraktivitas, serta untuk mencegah penularan virus corona.

Hand sanitizer tersebut merupakan asli produk Gorontalo.

"Ini namanya hand sanitizer Sophie, produksi Gorontalo, di mana kita begitu sulitnya mendapatkan bahan baku yaitu alkohol. Jadi Ini dari minuman khas Sulawesi Utara cap tikus dari pohon enau," kata Rusli dalam siaran BNPB, Rabu (24/6/2020).

Kadar alkohol dari minuman tersebut, dikatakan Rusli, yakni sekitar 40 persen. Kemudian karena mendesaknya kebutuhan akibat Covid-19, ditingkatkan kadar alkoholnya untuk produksi handsanitizer sebesar 70 persen.

Rusli kemudian menceritakan ide awal pembuatan Sophie sebagai hand sanitizer.

Baca: Jokowi Minta Jakarta, Sumbar Hingga Gorontalo Terapkan Pendisiplinan Cegah Covid-19

"Jadi ketika saya diundang oleh Kapolda Gorontalo dan Dandem untuk memusnahkan kurang lebih 40 ton cap tikus yang dijadikan barang bukti. Sayang kalau dibuang-buang," kata Rusli.

Rusli pun menghubungi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, menawarkan kerja sama antara kedua provinsi soal pembuatan handsanitizer dari cap tikus tersebut.

"Petani anda tidak rugi, saya juga tidak rugi masyarakatnya tak minum miras, kita coba bikin ini sebagai handsanitizer yang berkualitas," katanya.

"Beliau setuju, lalu bikin MOU agar cap tikus itu tidak kucing-kucingan dengan petugas dan masyarakat, sehingga bisa dijadikan handsanitizer," pungkas Rusli.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved