Breaking News:

Virus Corona

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia Sebanyak 2.779 per 1 Juta Penduduk

Yurianto menjelaskan, akumulasi data spesimen secara nasional per 1 juta penduduk

BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (27/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah membuka data soal pemeriksaan spesimen terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 dan perbandingannya dengan negara-negara di dunia. 

Mula-mulanya, Yuri menyebut pemeriksaan spesimen hari ini sebanyak 11.783 spesimen.

Baca: UPDATE: Total 55.092 Pasien Positif Covid-19 hingga 29 Juni, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

"Pemeriksaan yang kita lakukan sampai dengan hari ini untuk seluruh spesimen sebanyak 782.383," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, dalam siaran BNPB, Senin (29/6/2020).

Kemudian, Yurianto menjelaskan akumulasi data spesimen secara nasional per 1 juta penduduk.

"Kalau kita kaji dari data spesimen saja, maka total akumulasi kita dihitung secara keseluruhan, secara nasional, telah melakukan pemeriksaan sebanyak 2.779 per 1 juta penduduk," lanjutnya.

Yuri kemudian membandingkan dengan negara lain di dunia. Jepan pun dijadikan sebagai pembanding.

"Kalau kita bandingkan dengan Jepang misalnya, Jepang melakukan pemeriksaan spesimen 3.484 spesimen per 1 juta penduduk," sebut Yuri.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif yang terjadi di Indonesia mengalami penambahan lebih dari 1.000 pasien positif corona

"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.082 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 55.092 orang," ujar Yurianto.

Angka penambahan tersebut diketahui menurun ketimbang kasus penambahan positif Covid-19 pada hari Minggu kemarin, yang sebesar 1.198 orang.

Baca: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pantai di Miami Akan Ditutup Lagi Awal Juli 2020

Yuri mengatakan sebanyak 23.800 pasien  dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 864 orang.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.805 orang setelah penambahan 51 orang," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved