Virus Corona
Tes Spesimen Covid-19 DKI Sebesar 21.406 per 1 Juta Penduduk, Jatim Baru Lakukan 1.428 Pemeriksaan
"DKI Jakarta 21.406 per 1 juta penduduk, ini jauh di atas rata-rata yang dilaksanakan oleh Jepang misalnya," kata Yuri dalam siaran BNPB
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan soal data pemeriksaan spesimen di beberapa provinsi di Indonesia. Data spesimen tersebut diakumulasikan per 1 juta penduduk.
Alhasil, DKI Jakarta keluar sebagai provinsi dengan hasil pemeriksaan spesimen yang paling tinggi, sementara Jawa Timur pemeriksaan spesimennya terendah.
Padahal keduanya seperti diketahui, sama-sama menyumbang pasien positif terbanyak. Jatim dengan 11.805 pasien, sementara DKI sebanyak 11.237 pasien.
Baca: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Virus Corona di Yogyakarta
"DKI Jakarta 21.406 per 1 juta penduduk, ini jauh di atas rata-rata yang dilaksanakan oleh Jepang misalnya," kata Yuri dalam siaran BNPB, Senin (29/6/2020).
Berbeda dengan DKI, Jatim baru melaksanakan pemeriksaan sebanyak 1.428 per 1 juta penduduk.
"Ini memang perlu dilakukan upaya pemeriksaan laboratorium berbasis PCR, real time PCR, yang lebih masif lagi di Jawa Timur," kata Yuri.
Baca: Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia: Jumlah Kasus Per Provinsi, Jawa Timur Masih Tertinggi
Berturut-turut, Yuri menyebut Sumatera Barat yang telah melakukan pemeriksaan 7.168 per 1 juta penduduk, Sumatera Selatan 2.889 orang per 1 juta penduduk.
Yuri kemudian menyebut data pemeriksaan spesimen di Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Bali memperoleh hasil pemeriksaan spesimen sejumlah 7.151 per 1 juta penduduk. Sedangkan Kalimantan Selatan sejumlah 2.281 per 1 juta penduduk,
"Kemudian untuk Sulawesi Selatan 5.021 per 1 juta penduduk. Papua 4.436 per 1 juta penduduk," kata Yuri.
Adapun secara nasional, akumulasi data spesimen sebanyak 2.779 per 1 juta penduduk.
"Kalau kita bandingkan dengan Jepang misalnya, Jepang melakukan pemeriksaan spesimen 3.484 spesimen per 1 juta penduduk," sebut Yuri.
Seperti diketahui, jumlah kasus positif yang terjadi di Indonesia mengalami penambahan lebih dari 1.000 pasien positif corona
"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.082 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 55.092 orang," tambahnya.
Angka penambahan tersebut diketahui menurun ketimbang kasus penambahan positif Covid-19 pada hari Minggu emarin, yang sebesar 1.198 orang.
Yuri mengatakan sebanyak 23.800 pasien dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 864 orang.
"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.805 orang setelah penambahan 51 orang," pungkas Yurianto.