Breaking News:

Virus Corona

Tes Spesimen Terkait Covid-19 Tak Capai Target, Ini kata Pemerintah

"Sampai hari ini kita sudah memeriksa total keseluruhan spesimen sebanyak 782.383 spesimen," kata Yuri dalam siaran BNPB.

BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (27/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menginformasikan soal pemeriksaan spesimen terkait virus corona atau Covid-19 pada Senin (29/6/2020).

Adapun pemeriksaan spesimen yang rampung pada hari ini sebanyak 11.783 spesimen.

Baca: Pemerintah Tidak akan Ikuti Mentah-mentah Anjuran WHO Soal Covid-19

Seperti diketahui, angka tersebut belum memenuhi target 20 ribu spesimen per hari, setelah sehari sebelumnya hanya mencapai 17.230 spesimen.

"Sampai hari ini kita sudah memeriksa total keseluruhan spesimen sebanyak 782.383 spesimen," kata Yuri dalam siaran BNPB.

Yuri menyebut hasil spesimen pada hari ini tak mememuhi target sebab beberapa laboratorium libur pada hari Sabtu dan Minggu kemarin dalam melakukan pemeriksaan.

"Kita memaklumi bahwa di hari Sabtu dan Minggu kemarin, ada 46 laboratorium yang tidak beroperasi karena memang libur hari kerja pada kelompok laboratorium itu," kata Yuri.

Pemeriksaan spesimen, dikatakan Yuri, dilakukan dengan dua metode. Metode pertama yakni real time polymerase chain reaction (PCR). Metode yang kedua merupakan tes cepat molekuler (TCM).

Dari pemeriksaan tersebut, jumlah kasus positif yang terjadi di Indonesia mengalami penambahan lebih dari 1.000 pasien positif virus corona

"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.082 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 55.092 orang," ujar Yurianto.

Angka penambahan tersebut diketahui menurun ketimbang kasus penambahan positif Covid-19 pada hari Minggu emarin, yang sebesar 1.198 orang.

Baca: Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia: Jumlah Kasus Per Provinsi, Jawa Timur Masih Tertinggi

Yuri mengatakan sebanyak 23.800 pasien  dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 864 orang.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.805 orang setelah penambahan 51 orang," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved