Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Update: Tambah 1.082 Orang, Total Kasus Positif Covid-19 per 29 Juni Sebanyak 55.092

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini kasus baru lebih dari 1.000 orang.

Penulis: Reza Deni
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali memperbarui soal data jumlah pasien positif corona di Indonesia pada Senin (29/6/2020)

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini kasus baru lebih dari 1.000 orang.

"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.082 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 55.092 orang," ujar Yurianto dalam siaran BNPB, Senin (29/6/2020).

Baca: Update Corona 29 Juni 2020 di Indonesia: Jumlah Kasus Per Provinsi, Jawa Timur Masih Tertinggi

Angka penambahan tersebut diketahui menurun ketimbang kasus penambahan positif Covid-19 pada hari Minggu emarin, yang sebesar 1.198 orang.

Yuri mengatakan sebanyak 23.800 pasien  dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 864 orang.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.805 orang setelah penambahan 51 orang," pungkasnya.

Baca: UPDATE Corona Indonesia 29 Juni: 55.092 Kasus Positif, 23.800 Sembuh, 2.805 Meninggal

Seperti diketahui, pada Minggu (28/6/2020) kemarin, kasus positif Covid-19 total ada sebanyak 54.010 kasus

Sementara, jumlah pasien sudah sembuh  menjadi 22.936 orang. Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 2.754 orang.

Patuhi Protokol Kesehatan di Manapun 

Sebelumnya, Yuri mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di manapun ia berada.

Menurut Yuri, selama vaksin belum ditemukan, hanya itulah yang dapat dilakukan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Ia pun berhadap kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan bisa menjadi kesadaran yang dilakukan secara kolektif oleh masyarakat dengan berbasis keluarga.

Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (4/6/2020).

Baca: Doni Minta Masyarakat Bantu Tenaga Medis dengan Membentengi Diri Sendiri dari Covid-19 

"Mematuhi protokol kesehatan tidak harus menunggu wilayah domisili kita menjadi zona kuning, tidak harus menunggu wilayah zona kita menjadi oranye, dan tidak perlu menunggu wilayah kita menjadi zona merah."

"Sejak sekarang, di manapun kita berada, apapun zonasi warna wilayah tinggal kita, patuhi protokol kesehatan," kata Yuri, Kamis sore.

"Hanya ini yang bisa kita lakukan kalau ingin selamat dari tertular Covid-19. Kami berharap kesadaran ini menjadi kesadaran kolektif yang tentunya harus berbasis pada keluarga," sambungnya.

Yuri pun kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mengenakan masker saat keluar rumah sebagai bentuk kesadarannya.

Begitu pula dengan kepatuhan menjaga jarak hingga mencuci tangan, Yuri berharap masyarakat menerapkannya bukan sekadar karena diperintah atau diawasi.

Baca: Achmad Yurianto Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Corona Atas Kesadaran Sendiri Bukan Karena Diawasi

"Jadi, gunakan masker bukan karena diperintah, mencuci tangan bukan karena diawasi, menjaga jarak bukan karena memang diperintah."

"Jadikan ini sebuah kesadaran kita tanpa diperintah, tanpa diawasi, karena ini kebutuhan bagi kita untuk tetap sehat."

"Kalau kita sehat, keluarga kita juga sehat," kata Yuri.

Yuri juga menyampaikan, sampai saat ini vaksin Covid-19 memang belum ditemukan.

Menurut Yuri, seluruh bangsa di dunia pun kini mengubah perilaku agar aman dari Covid-19.

"Kita bersama seluruh bangsa di dunia melakukan hal yang sama yaitu bagaimana kemudian harus mengubah perilaku kita agar aman dari tertular Covid-19," ujarnya.

Keluarga Dapat Melakukan Perubahan Secara Fundamental

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (DOK. BNPB)

Sementara itu, Yuri mengatakan, yang dapat melakukan perubahan secara fundamental adalah keluarga.

Menurutnya, peran keluarga sangat dibutuhkan untuk dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi aman dari Covid-19.

"Agent of change yang bisa melakukan perubahan secara fundamental ini adalah keluarga."

"Peran keluarga, kepala keluarga, ibu, ayah, sangat-sangat penting untuk mengedukasi dan memberikan keteladanan pada anak-anak kita agar tidak tertular," kata Yuri.

Yuri mengatakan, saat ini orang-orang yang memakai masker saat keluar rumah sudah tidak menjadi pemandangan yang aneh.

Menurutnya, masyarakat yang keluar rumah tanpa menggunakan masker justru akan menjadi perhatian banyak orang.

"Inilah perubahan-perubahan yang kita inginkan, inilah tata kehidupan baru yang sebenarnya ingin kita ciptakan sehingga mentaati dengan disiplin dan melaksanakannya protokol kesehatan itu bentuk konkrit dari upaya untuk mencegah tertular Covid-19," lanjut Yuri.

"Harapan kita, ini bisa membudaya," sambungnya.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan