Kamis, 23 April 2026

Virus Corona

Update Corona 2 Juli 2020: Tambahan Kasus Baru dan Pasien Sembuh Jadi Rekor Tertinggi

Update Corona di Indonesia, Kamis (2/7/2020), jumlah tambahan kasus baru Corona dan pasien sembuh jadi rekor tertinggi.

Penulis: Daryono
Tribunnews/Irwan Rismawan
Karyawan diambil sample darahnya saat melakukan rapid test di Kantor Pusat ICM (Prima Buana Internusa/PBI) di Jakarta, Senin (29/6/2020). Inner City Management (ICM) mewujudkan komitmennya dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) dengan menggelar rapid test kepada seluruh karyawan yang berada di 41 site kelolaan ICM yang akan berjalan mulai hari ini hingga 6 Juli 2020 dengan total karyawan yang di tes yakni sekitar 1.200 orang. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Update Corona di Indonesia, Kamis (2/7/2020),  jumlah tambahan kasus baru Corona dan pasien sembuh jadi rekor tertinggi. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, mengatakan terdapat tambahan kasus baru sebanyak 1.624 kasus.

Dengan adanya tambahan kasus baru sebanyak 1.624 kasus tersebut, kasus positif Corona di Indonesia naik menjadi 59.394 kasus.

"Kita dapati penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.624 sehingga total menjadi 59.394, "ucap Yurianto dikutip dari channel YouTube BNPB, Kamis (2/7/2020).

Baca: BREAKING NEWS Update Corona Indonesia 2 Juli: Tambah 1.624 Kasus Baru, Total 59.394 Kasus Positif

Dalam catatan Tribunnews.com, penambahan kasus baru sebanyak 1.624 kasus ini menjadi yang tertinggi selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya, kasus baru tertinggi tercatat pada 1 Juli 2020 dan 27 Juni lalu sebanyak 1.385 kasus.

Grafik kasus baru di Indonesia
Grafik kasus baru di Indonesia (covid19.go.id)

Selain adanya tambahan kasus baru, jumlah pasien sembuh juga naik signifikan dan menjadi rekor tertinggi.

Kasus sembuh dilaporkan bertambah sebanyak 1.072 pasien sehingga total pasien sembuh kini menjadi 26.667.

Angka pasien sembuh sebanyak 1.072 ini menjadi yang tertinggi dan pernah terjadi sebelumnya pada 28 Juni lalu. 

Grafik pasien sembuh
Grafik pasien sembuh (COVID19.GO.ID)

Sedangkan angka kematian bertambah 53 kasus sehingga total kasus kematian naik dari 2.934 menjadi 2.987 kasus.

Kasus Baru Terbanyak dari Jawa Timur

Sumbangan kasus baru terbanyak pada hari ini berasal dari Jawa Timur, yakni sebanyak 374 kasus.

Total kasus Corona di Jawa Timur kini menjadi 12.695 kasus dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Di urutan kedua ada DKI Jakarta yang melaporkan 190 kasus, disusul Sulawesi Selatan dengan 165 kasus.

Berikut data Corona di Indonesia per Kamis ini:

Data Corona Indonesia per Kamis (2/7/2020)
Data Corona Indonesia per Kamis (2/7/2020) (Twitter BNPB Indonesia)

Gejala dan Ciri Virus Corona

Seseorang yang terpapar virus corona atau Covid-19 akan mengalami berbagai macam gejala.

Gejala virus corona yang paling umum ialah demam tinggi dan batuk kering.

Dalam kasus yang lebih parah, gejala Covid-19 meliputi kesulitan bernapas.

Baca: Update Kasus Corona di Indonesia Kamis (2/7/2020): Tambah 1.624, Total Kasus Positif Ada 59.394

Namun, beberapa dokter yang menangani pasien virus corona, melihat beberapa gejala lain yang biasanya tidak dikaitkan dengan Covid-19.

Seperti yang dilansir Business Insider, wakil direktur medis di perusahaan telemedicine K Health, Dr. Edo Paz, mengungkapkan, "Gejala tambahan yang dialami orang-orang yang terkena virus corona yaitu hilangnya indera pembau dan perasa, sakit perut, nyeri badan, dan mual."

Masalah pencernaan, termasuk mual, diare, dan bahkan muntah, agak lazim pada pasien COVID-19.

David Hirschwerk, seorang spesialis penyakit menular di Northwell Health, penyedia layanan kesehatan terbesar di New York, mengatakan dari apa yang dia lihat, "Ada 10% pasien yang memiliki gejala masalah pencernaan."

Namun, apa yang belum dipahami oleh para dokter adalah mengapa ada begitu banyak gejala virus corona.

"Komunitas medis belum tahu mengapa virus corona mempengaruhi orang secara berbeda, dan beberapa ada yang lebih parah daripada yang lain," kata Paz.

Namun, Dr. Rishi Desai, kepala petugas medis di Osmosis, percaya gejala ada hubungannya dengan bagaimana virus corona masuk dan bergerak ke dalam tubuh orang yang terinfeksi.

"Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang unik, dan akibatnya, beberapa orang akan mengalami reaksi yang agresif terhadap COVID-19, sementara yang lain biasa saja," kata Desai.

"Gejala umumnya timbul sesuai di mana virus berada di dalam tubuh," lanjutnya.

Bagaimana virus COVID-19 bergerak di dalam tubuh manusia?

Masih dilansir Business Insider, Desai mengatakan virus corona yang pertama kali mengenai hidung dan belakang tenggorokan, menyebabkan gejala-gejala seperti flu biasa, termasuk hidung tersumbat, pilek, dan sakit tenggorkan.

Baca: Sering Lakukan Blunder hingga Muncul Kasus Corona Baru, Menkes Selandia Baru Mundur

Di tahap itu, beberapa pasien akan kehilangan indra penciuman dan indra perasa.

Selanjutnya, kata Desai, virus yang berpindah ke paru-paru, kemungkinan menyebabkan sesak napas, batuk, dan nyeri dada.

Virus kemudian bisa pindah ke aliran darah, di mana demam, berkeringat saat malam, rasa tidak nyaman, dan kelelahan bisa terjadi.

"Itu berarti bahwa beberapa orang mungkin hanya mendapatkan gejala terlokalisasi ke satu wilayah sedangkan yang lain mungkin mendapatkan gejala di semua wilayah," kata Desai.

(Tribunnews.com/Daryono/Tiara)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved