Breaking News:

Virus Corona

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Bisnis Digital Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi

bisnis digital menjadi salah satu solusi, tentunya dengan tetap menyesuaikan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Ignatius Toto Satrio
CEO Investor Muda, Jason Gozali 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar pada hampir semua sektor kehidupan.

Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi menjadi salah satu sektor paling terdampak dan tidak dapat berjalan normal seperti biasanya.

Di sisi lain, Covid-19 juga memaksa masyarakat untuk mengurangi kontak fisik sebagai upaya untuk menekan penyebaran agar tidak semakin meluas.

Baca: Daya Tahan Tubuh Lemah Rawan Tertular COVID-19

Baca: AKB Berlaku di Bandung, Gugatan Ceraipun Meningkat

Guna mengurangi kontak fisik dalam upaya menekan potensi penularan Covid-19 sekaligus menggerakkan roda ekonomi, bisnis digital menjadi salah satu solusi, tentunya dengan tetap menyesuaikan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

CEO Investor Muda, Jason Gozali menekankan pentingnya promosi bisnis di masa pandemi dengan menguasai digital marketing dan media sosial. Jason juga memberikan apresiasi kepada pemerintah akan usahanya untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) di masa pandemi yang membuat gerakan bernama “Bangga Buatan Indonesia”, sebuah gerakan yang menjangkau ribuan UMKM untuk masuk ke seragam platform marketplace yang ada di Indonesia.

Baca: Kalung Eucalyptus Disebut sebagai Antivirus Covid-19, Ini Kata Akademisi UGM

“Promosi tidak boleh konvensional seperti era sebelum Covid-19, promosinya harus unconventional sekarang,” ujar Jason pada dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta (4/7/2020).

Pada kesempatan yang sama, Nadhifa Maulidiya selaku pelaku UMKM menceritakan proses produksi dan distribusi produk UMKM-nya yang berbeda akibat pandemi seperti membeli bahan baku, proses pemasaran, hingga pengiriman semua melalui media daring.

“Dari mulai saya membeli bahan baku itu di online shop, lalu saya olah dan memasarkannya melalui media sosial, untuk pengirimannya melalui ojek online, jadi semua kegiatan bisa dilakukan di rumah”, tambah Nadhifa.

Dalam mencari modal, baik Nadhifa maupun Jason memiliki cara yang berbeda untuk mendapatkannya. Nadhifa memilih uang tabungan untuk dijadikan modal, sedangkan Jason mengatakan beragam jalur untuk mendapatkan modal.

“Cara nomor satu, buat bussiness plan yang bagus lalu coba submit siapa tau ada investor. Sebagai opsi, kita bisa juga pinjam ke keluarga atau teman, kalau bank mungkin agak susah”, ungkap Jason.

Untuk mempromosikan sebuah produk agar mampu bersaing dengan produk lain, Jason berbagi tips yang salah satunya adalah dengan menambahkan value atau nilai dari produk yang kita miliki agar tidak menjadi komoditas, sehingga yang dipromosikan dan dijual tidak hanya produknya namun nilai lebih diluar produk tersebut.

Seiring dengan pernyataan Jason sebelumnya, Nadhifa sependapat dengan adanya value atau nilai lebih dari sebuah produk, Nadhifa pun mengaplikasikan value atau nilai tambah tersebut pada produk UMKM-nya.

“Tentunya value produk bukan hanya akan membawa keuntungan sementara, tapi juga jangka panjang dan mampu menjadi ciri khas yang berbeda. Penting sekali untuk menambahkan value dalam setiap produk yang kita hasilkan,” tambah Nadhifa.

Jason turut mengajak masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki untuk tetap dapat berkarya pada masa pandemi.

“Semua orang pasti punya talenta, semua orang pasti punya bakat, semua orang pasti punya kelebihan, sekaranglah waktunya buat ngembangin bakat terlebih saat kita lagi Work From Home. Jadi lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi diri dan mengembangkan ide-ide yang dimiliki”, tutup Jason.

Penulis: Yulis
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved