Breaking News:

Virus Corona

Wali Kota Bogor Lapor ke Ketua Gugus Tugas Nasional Terapkan PSBB Transisi Pra-AKB

Bima Arya mengatakan bahwa hal itu telah mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 di wilayahnya

istimewa
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menerima kunjungan Wali Kota Bogor Bima Arya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menerima kunjungan Wali Kota Bogor Bima Arya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (3/7/2020).

Dalam pertemuan itu, Doni mendengar kiat-kiat yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam melakukan penanganan COVID-19 pada fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Menurut Bima Arya, Kota Bogor sudah siap untuk menerapkan langkah-langkah penanganan COVID-19 untuk fase AKB, setelah sebelumnya telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama satu bulan dan masuk dalam masa transisi.

“Kemarin masa PSBB selesai. Kemarin kita masa PSBB satu bulan,” jelas Wali Kota Bima Arya di Graha BNPB, Jumat (3/7/2020).

Baca: Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Baru Tidak Selalu Dirawat di RS

Baca: Hari Ini 1.447 Orang Positif Covid-19, Meninggal 53 dan Sembuh 651 Orang

Baca: Istri Hamil Tua, Pasien Covid-19 Kabur untuk Menemuinya

Adapun hasil dari penerapan PSBB tersebut, Bima Arya mengatakan bahwa hal itu telah mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 di wilayahnya dengan angka transmisi rate sebesar 0,33 dan terus melandai. Bahkan apabila ada kenaikan, hanya berkisar di antara 1 atau 2 saja.

“Angka penularan relatif sudah lebih baik, bahkan Kota Bogor itu dari angka kemarin itu terendah se-Bodetabek, 0,33 terendah,” ungkap Bima Arya.

Menyinggung terkait penerapan masa peralihan dan transisi ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelumnya juga memberikan arahan mengenai AKB Kota Bogor.

Dalam hal ini Gubernur Ridwan Kamil mengarahkan agar penerapannya, Pemkot Bogor dapat menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah DKI Jakarta, termasuk Depok, Tangerang, Bekasi.

“Bodebek harus mengacu ke Jakarta,” ujar Bima Arya.

Terkait penerapan Pra-AKB yang mulai dilaksanakan pada Jumat (3/7), Bima Arya mengatakan bahwa hal tersebut juga difokuskan untuk memulihkan gairah ekonomi yang sempat tergerus akibat COVID-19, dengan tetap mengutamakan prinsip protokol kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Yulis
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved