Breaking News:

Virus Corona

Kemendikbud Gelar Kemah Anak Virtual Pertama di Dunia

Mungkin ini kemah virtual pertama di dunia. Ini merupakan terobosan, kita melalui acara kemah karakter virtual ingin menjalin hubungan para siswa

dailymail
Berkemah bisa menjadi alternatif liburan jika Anda hanya mempunyai dana terbatas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penguatan Karakter menggelar Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk "Anak Gembira, Keluarga Hebat, Indonesia Maju" ini diikuti sebanyak 2.982 peserta yang berasal dari 34 provinsi. Peserta terbanyak berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Na'im menilai kegiatan ini sangat dibutuhkan selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, kegiatan ini sangat berguna untuk pengembangan anak-anak.

"Kegiatan seperti ini diperlukan oleh anak anak kita agar supaya mereka aktif mengembangkan diri. Dengan suasana yang menyenangkan tapi tetap termotivasi menyelesaikan tantangan yang ada," ujar Ainun saat pembukaan acara yang digelar secara daring, Senin (6/7/2020).

Baca: Kemendikbud Luncurkan Program Guru Penggerak, Nadiem: Kita Bentuk Tim Elite

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud Hendarman mengatakan kegiatan ini untuk mengisi liburan anak-anak.

Menurut Hendarman, kegiatan ini merupakan acara kemah virtual pertama yang dilaksanakan di dunia.

"Mungkin ini kemah virtual pertama di dunia. Ini merupakan terobosan, kita melalui acara kemah karakter virtual ingin menjalin hubungan para siswa dengan orang tua dan keluarga," ucap Hendarman.

Acara ini diadakan sejalan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni dan Hari Anak Nasional pada 23 Juli. Kegiatan virtual ini dilaksanakan dari 6-9 Juli 2020.

Pada 10-12 Juli akan diadakan project akhir bagi peserta yang didampingi oleh mentor. Pada 17 Juli, panitia akan memilih lima peserta terbaik yang akan tapping acara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Project tersebut terdapat dua kategori. Untuk jenjang PAUD/PAUDLB dan SD/SDLB tugasnya foto dan penjelasan foto, yang berisikan cerita inspiratif aktivitas di rumah bersama keluarga maksimal satu halaman.

Sementara untuk jenjang SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan SMK/SMKLB diminta menggambarkan cerita inspiratif aktivitas di rumah bersama keluarga, dengan durasi maksimal satu menit.

"Di akhir nanti pada 24 Juli acara akan diisi melalui program belajar dari rumah di TVRI," tutur Hendarman.

Acara ini juga akan diisi pemaparan oleh sejumlah narasumber Ketua III Pengurus Pusat IDAI Hartono Gunadi, Pendiri Yayasan Sejiwa Dina Hariana, dan siswa berprestasi Rafi dan Rara.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved